Tolak Jalan Khusus dan Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga Aur Kenali Demo di Gedung DPRD Provinsi Jam

Sabtu, 06 Januari 2024 - 15:29:56 WIB - Dibaca: 1878 kali

Tolak Jalan Khusus dan Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga Aur Kenali Demo di Gedung DPRD Provinsi Jambi
Tolak Jalan Khusus dan Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga Aur Kenali Demo di Gedung DPRD Provinsi Jambi (CR04)

Jambi - Ratusan warga, yang mayoritas berasal dari Aur Kenali dan sekitarnya, menggelar aksi unjuk rasa menentang rencana pembangunan Stockpile (tempat penampungan) batu bara di wilayah mereka.

Aksi damai ini mencuat di pintu gerbang samping gedung DPRD Provinsi Jambi, yang secara menarik dilakukan pada Hari Jadi Provinsi Jambi ke-67, pada Sabtu (6/1/2024).

Massa yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat terlihat tertahan oleh petugas kepolisian dan pagar besi gerbang Pemprov Jambi.

Koordinator aksi, Jamhuri, dengan tegas menyuarakan penolakan terhadap Stockpile yang dianggap melanggar aturan tata ruang.

Dalam orasinya, Jamhuri menegaskan bahwa negara tidak boleh dikalahkan oleh kartel dan kepentingan pribadi, dan demokrasi harus tetap kuat melawan oligarki.

Poin penting yang disuarakan adalah penolakan terhadap pembangunan Stockpile yang akan dibangun oleh PT Sinar Anugerah Sukses (SAS).

Massa juga mengekspresikan penolakan melalui berbagai tulisan yang mereka bawa, seperti spanduk bertuliskan "Jangan racuni anak cucu kami dengan debu batu bara."

Aksi ini menunjukkan kekhawatiran warga terhadap dampak lingkungan dan kesehatan akibat keberadaan Stockpile batu bara di daerah mereka.

Masyarakat datang dengan harapan dapat bertemu langsung dengan Gubernur Jambi, Al Haris, dan Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto.

Mereka meminta pembatalan rencana pembangunan jalan khusus angkutan batu bara dan Stockpile di wilayah mereka, serta menuntut agar suara dan aspirasi mereka dihargai oleh pemerintah.

Aksi ini mencerminkan semangat perlawanan warga terhadap kebijakan yang dianggap merugikan dan bertentangan dengan kepentingan masyarakat setempat.

Korlap Aksi, yang terdiri dari Eko Wahyudi, Jamhuri, Ibnu Kholdun, dan Ginda Harahap, secara bergantian mengambil peran menyampaikan orasi di aksi unjuk rasa tersebut.

Mereka dengan tegas menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan jalan khusus dan Stockpile batu bara di wilayah Aur Kenali, Mendalo Darat, dan Mendalo Laut.

Dalam rangkaian orasinya, Eko Wahyudi sebagai salah satu koordinator aksi menegaskan bahwa kebijakan tersebut merugikan masyarakat setempat dan tidak sesuai dengan keberlanjutan lingkungan.

Ibnu Kholdun dan Ginda Harahap juga turut menyampaikan keprihatinan dan kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan dan kesehatan yang mungkin ditimbulkan oleh keberadaan Stockpile batu bara di daerah mereka.





BERITA BERIKUTNYA