Jelang Nataru, Harga Sembako di Kota Jambi Fluktuatif: Cabai Turun, Bawang Merah Melonjak

Jumat, 06 Desember 2024 - 10:02:00 WIB - Dibaca: 1825 kali

Aktivitas pedagang di Pasar sedang berinteraksi dengan pembeli.
Aktivitas pedagang di Pasar sedang berinteraksi dengan pembeli. (Istimewa)

JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga kebutuhan pokok di pasar-pasar Kota Jambi mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Beberapa komoditas utama seperti cabai rawit, cabai setan, dan bawang merah menunjukkan pergerakan harga yang mencolok, menjadi perhatian bagi pedagang dan konsumen.

Di Pasar Angso Duo, harga cabai rawit anjlok dari Rp24.000 menjadi Rp16.000 per kilogram. Yandi, salah satu pedagang cabai, menjelaskan bahwa penurunan harga ini disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu, yang memengaruhi kualitas pasokan cabai yang masuk ke pasar.

“Kualitas barang menurun, pasokan datang lambat, itu sebabnya harga turun,” kata Yandi, Rabu (4/12/2024).

Harga cabai setan juga mengalami penurunan tajam, dari Rp40.000 menjadi Rp26.000–Rp28.000 per kilogram. Menurut Yandi, fluktuasi harga ini biasa terjadi, tergantung pada pasokan dan kualitas barang.

“Kadang-kadang harga bisa turun kalau barang yang masuk lebih banyak, tapi bisa naik cepat jika pasokan terbatas,” tambahnya.


Bawang putih di Pasar Angso Duo terpantau stabil dengan harga antara Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram sejak bulan lalu. Namun, di Pasar Aurduri, harga bawang putih sedikit naik menjadi Rp42.000 per kilogram.

Sebaliknya, harga bawang merah melonjak tajam. Di Pasar Angso Duo, harga bawang merah naik dari Rp25.000–Rp26.000 menjadi Rp32.000–Rp34.000 per kilogram. Kartini, pedagang bawang merah, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah penghasil.

Di Pasar Aurduri, harga bawang merah bahkan lebih tinggi, mencapai Rp41.000 per kilogram. “Harga bawang merah dan bawang putih naik beberapa hari terakhir. Bawang merah Rp41.000, bawang putih Rp42.000 per kilogram,” kata Suryani, pedagang di Pasar Aurduri, Kamis (5/12/2024).


Fluktuasi harga sembako yang dipengaruhi oleh cuaca dan kelancaran pasokan menjadi tantangan besar bagi pedagang dan konsumen. Bagi pedagang, perubahan harga yang tidak menentu menyulitkan mereka menjaga kestabilan stok dan keuntungan, sementara konsumen harus beradaptasi dengan lonjakan harga di tengah kebutuhan yang terus meningkat.

Kondisi fluktuasi harga sembako ini menjadi perhatian menjelang akhir tahun. Diharapkan pemerintah daerah dan distributor dapat mencari solusi untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, terutama di masa puncak konsumsi pada akhir tahun. (Cr04)





BERITA BERIKUTNYA