JAMBIPRIMA.COM,TEBO - Dalam rangka mengawal dan mendukung program perioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, yaitu makan bergizi gratis (MBG) untuk anak sekolah dan ibu hamil (Bumil) dan menyusui sebagian telah di laksanakan di sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia.
Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Kab Tebo dr Riana Elizabeth, MKM, SpKKLP mengatakan, bahwa terkait dengan program MBG sejauh ini pihaknya memang belum ada arahan lanjutan dari Dinkes Provinsi Jambi secara detail dalam pelaksanaannya nanti.
Untuk mendukung program MBG, Riana menjelaskan, bahwa tugas kami nanti adalah memantau gizi makanan yang akan diberikan dan juga memantau kebersihan dapur yang menyiapkan.
Sasarannya yaitu peserta didik TK, SD, SMP dan SMA dan peserta Non didik ialah balita, Bumil dan menyusui dengan kuota 10% dari total penerima MBG," sebutnya, Selasa 14 Januari 2025.
Selain itu kata Riana, berkaitan dengan program MBG yang nanti bakal di laksanakan di Kab Tebo, bahwa berdasarkan hasil zoom meeting beberapa hari lalu kami sudah sampaikan kepada 20 Puskesmas se- Kab Tebo.
Bahwa terkait dengan program MBG ini, Riana menuturkan, di Prov Jambi baru 4 Kabupaten yang sudah melaksanakan yaitu, Kota Jambi, Bungo, Muaro Jambi, Batanghari, yang ditunjuk langsung dari badan gizi nasional (BGN) yang menunjuk Kab dan penanggung jawab atau pendampingnya,"tutupnya.
Terpisah berkaitan dengan hal tersebut TNI dalam hal ini Dandim 0416 Bungo Tebo (Bute) Letkol Inf Arief Widyanto, SE, M.Han melalui Danramil Tebo Tengah Kap Inf Mairi Hendra membeberkan, untuk pola program MBG setidaknya ada tiga metode dalam pelaksanaannya.
Yang pertama ucap Mairi Hendra, di aksanakan langsung BGN kemudian kedua, sistem kemitraan BGN dengan TNI-Polri dan ketiga kerjasama pihak swasta.
" Pelaksanaan nanti setiap dapur akan melayani sekitar 3000 hingga 3500 orang. Mairi Hendra melanjutkan, untuk pekerjanya ada tiga orang direkrut oleh BGN yang masuk dalam sarjana penggerak pembangunan, terdiri 1 koordinator dapur, 1 manajemen akuntan dan seorang ahli gizi.
" Untuk pekerjanya seperti tukang masak diambil dari masyarakat setempat," lanjutnya.
Disampaikan Mairi Hendra, bahwa program MBG yang sudah ada titik dapurnya saat ini baru ada di Kab Bungo yaitu di daerah Pelepat dan untuk Kab Tebo sementara ini belum ada.
Oleh karena itu Mairi Hendra berujar, pemerintah setempat harus mensupport program ini, dimana ada kendala seperti data atau jumlah siswa dalam koordinasinya tentu ada keterlibatan pihak Pemda termasuk kita TNI pasti mendukung kegiatan ini walaupun tidak sebagai mitra. (ARDI)
Tren Kenaikan Penyakit Menular dan Target Zero Growth 2030 di Provinsi Jambi
UNJA Perketat Seleksi Mahasiswa Baru Lewat Tes Kesehatan dan Narkoba
Wagub Sani Tegaskan APPSI Jambi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat di Tengah Tantangan Pasar Modern
UIN STS Jambi dan BSI Jalin Kerja Sama Pembiayaan Syariah untuk Pegawai PTKIS
Batu Bara Sumbang Rp112 Miliar untuk Jambi, Tapi Infrastruktur Masih Jadi Kendala
438 CJH Kota Jambi Berangkat 5 Mei, Persiapan Hampir Rampung
Truk Tronton Masuk McDonald's Sipin, Dishub Kota Jambi Beri Teguran