JAMBIPRIMA.COM,JAMBI - Kongres BEM dan MAM Universitas Jambi yang akan di laksanakan dalam hitungan hari dimulai pada hari kamis 6 Februari kemarin dengan pengantaran berkas calon BEM dan MAM Unja dengan calon yang beredar di media sosial ada BEM Unja dari Fakultas Pertanian dan Wakil BEM Unja dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Menurut Timeline, Kongres akan di adakan pada senin 10 Februari 2025 dengan tempat dan panitia yang belum ada kejelasan sampai saat ini.
Dengan segala bentuk dinamika yang ada pada agenda Kongres ini, Wanda Ulfia Ramadani Mahasiswa Ilmu Politik Unja mengkritik segala bentuk ketidak transparansi nya kongres BEM dan MAM Universitas Jambi "dimulai dari musyawarah dalam mengambil keputusan regulasi kongres hingga berjalan nya kongres sampai saat ini, saya melihat tidak ada keseriusan dari pihak Unja dalam menyelenggarakan pemilihan ini, di lihat dari pengambilan regulasi kongres yang tidak melibatkan seluruh ormawa dan SK Panitia yang belum ada transparan nya hingga saat ini. Berbicara Efisiensi, saya rasa dengan cepat nya berjalan kongres ini tanpa memberikan transparan kepada mahasiswa unja, mempertontonkan kita dengan jelas bahwa adanya kongkalikong yang terjadi antara kepentingan segelintir mahasiswa dengan birokrat kampus"
"Baru-baru ini ada pihak yang mengklaim diri nya panitia kongres dan membuat sosialisasi setiap fakultas yang ada di unja, namun terkhusus di fakultas saya Hukum, tidak ada sosialisasi kongres itu, mereka hanya memaksa mahasiswa untuk foto di bawah baner tanpa memberi tahu kan apa itu kongres, apa mahasiswa unja ini hanya menjadi penonton dalam pemilihan pemimpin meraka, apa sudah ada kongkalikong di belakang dalam pencalonan ini? seharusnya sebagai calon pemimpin memberikan gagasan apa yang dia bawa, dampak apa yang mau mereka berikan untuk Unja, di tengah matinya demokrasi Unja pasca vakum nya BEM dan MAM Unja, apa solusi yang dapat mereka berikan. Namun disini saya lihat, Mahasiswa hanya di pertontonkan dengan olahan busuk dari mereka" Ujar Wanda.
Sebagai Mahasiswa Ilmu Politik, Wanda dengan tegas menolak keras keputusan yang tidak demokratis ini. "Dengan semua bentuk ketidak jelasan kongres ini, sudah dapat kita lihat bahwasanya dari awal hingga nanti nya terpilih BEM dan MAM Unja ini, saya pastikan Demokrasi di kebiri dan Mahasiswa Mati suri. Jangan hanya karna calon mereka anak pejabat daerah, mereka dapat semena-mena mengangkangi demokrasi, dapat meng kongkalikongi kampus Unja ini".
Tren Kenaikan Penyakit Menular dan Target Zero Growth 2030 di Provinsi Jambi
UNJA Perketat Seleksi Mahasiswa Baru Lewat Tes Kesehatan dan Narkoba
Wagub Sani Tegaskan APPSI Jambi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat di Tengah Tantangan Pasar Modern
UIN STS Jambi dan BSI Jalin Kerja Sama Pembiayaan Syariah untuk Pegawai PTKIS
Batu Bara Sumbang Rp112 Miliar untuk Jambi, Tapi Infrastruktur Masih Jadi Kendala
438 CJH Kota Jambi Berangkat 5 Mei, Persiapan Hampir Rampung
3.408 Peserta Didik di Kota Jambi Jadi Penerima Manfaat Awal Program MBG