JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Harga emas yang terus menanjak hingga menyentuh Rp1,9 juta per gram tak menyurutkan minat masyarakat Kota Jambi untuk berinvestasi. Justru sebaliknya, Pegadaian Syariah Jelutung kebanjiran pembeli, khususnya usai libur Idulfitri 1446 H. Fenomena ini menunjukkan tren investasi masyarakat mulai bergeser dari konvensional ke aset logam mulia yang lebih aman dan tahan inflasi.
Antrean warga tampak memadati kantor Pegadaian Syariah setiap harinya. Mereka datang bukan hanya untuk membeli emas secara tunai, tapi juga memanfaatkan program cicilan dan tabungan emas yang ditawarkan oleh lembaga keuangan syariah tersebut.
Salah seorang warga, Imran, menyebut bahwa tingginya harga emas justru menjadi momentum bagi dirinya untuk mulai menabung. “Emas itu nilainya stabil, malah cenderung naik. Di Pegadaian bisa dicicil, jadi terasa ringan dan enggak harus langsung bayar penuh. Ini kesempatan,” katanya, Senin (15/4/2025).
Fenomena ini dibenarkan oleh Kepala Pegadaian Syariah Jelutung, Andre. Ia menyebut sejak awal Maret hingga pertengahan April 2025, pihaknya sudah mencatat penjualan emas lebih dari 1 kilogram. Bahkan, dalam sehari, angka penjualan bisa mencapai 200 gram.
“Lonjakan transaksi terjadi setelah Lebaran. Banyak yang baru menerima THR atau dana tabungan, lalu memilih alokasikan untuk investasi emas. Kami bisa jual rata-rata 200 gram per hari. Bulan lalu saja sudah lebih dari 1 kg,” ujar Andre.
Menurut Andre, kenaikan permintaan emas juga didorong oleh prediksi pasar bahwa harga logam mulia ini akan terus meroket, bahkan berpotensi menembus angka Rp2 juta per gram. Selain itu, pasokan emas global yang terbatas turut memengaruhi kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan emas fisik di pasar.
“Kalau tahun 2022 masih Rp1 juta-an, sekarang Rp1,9 juta per gram. Jadi wajar kalau masyarakat buru-buru beli, karena takut harganya makin tinggi dan barang makin susah,” tambahnya.
Tren ini juga memperlihatkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap instrumen investasi jangka panjang. Emas dinilai sebagai safe haven di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti, apalagi dengan tingginya inflasi dan fluktuasi nilai tukar global.
Pegadaian pun terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat menabung emas. Lewat program digitalisasi, mereka juga menyediakan layanan investasi logam mulia melalui aplikasi Pegadaian Digital, memudahkan warga untuk bertransaksi dari rumah.
“Dengan Pegadaian Digital, masyarakat bisa pantau harga real-time, beli emas mulai dari 0,01 gram, dan bahkan mencetak fisiknya kalau ingin. Kami dorong gaya hidup menabung emas sebagai budaya baru di era digital,” tutup Andre.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski harga emas tinggi, masyarakat tetap memandang logam mulia sebagai pilihan cerdas dalam menjaga nilai kekayaan. Kota Jambi menjadi salah satu indikator bagaimana tren investasi emas kini mulai menjangkau kalangan luas, bukan hanya investor profesional, tapi juga warga biasa. (Cr04)
Tren Kenaikan Penyakit Menular dan Target Zero Growth 2030 di Provinsi Jambi
UNJA Perketat Seleksi Mahasiswa Baru Lewat Tes Kesehatan dan Narkoba
Wagub Sani Tegaskan APPSI Jambi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat di Tengah Tantangan Pasar Modern
UIN STS Jambi dan BSI Jalin Kerja Sama Pembiayaan Syariah untuk Pegawai PTKIS
Batu Bara Sumbang Rp112 Miliar untuk Jambi, Tapi Infrastruktur Masih Jadi Kendala
438 CJH Kota Jambi Berangkat 5 Mei, Persiapan Hampir Rampung
Ketua RT Kota Jambi Akan Ikuti Retreat, Densus 88 Hingga BNPB Jadi Pemateri