JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Agar kejadian pencurian brondol oleh warga suku anak dalam (SAD) yang menyebabkan korban jiwa tersebut tidak terulang lagi di masa masa yang akan datang. Pihak kepolisian diminta menangkap pembeli brondol sawit yang dijual warga SAD tersebut.
Hatta, salah seorang pemerhati hukum Tebo menuturkan, warga SAD tidak akan mencuri brondol sawit masyarakat maupun perusahaan jika tidak ada yang menampung (pembelinya).
Pembeli brondol sawit, mulai dari tengkulak, loading ramp bahkan pabrik harus selektif dalam membeli brondol sawit. Terlebih yang menjual brondol itu adalah warga SAD.
Rasanya kecil sekali kemungkinan sipembeli tidak mengetahui asal usul brondolan sawit yang ia beli, terlebih dalam jumlah yang tidak sedikit.
" Pembeli brondol sawit yang dijual SAD ini harus ditangkap, untuk Shock therapy apapun bentuknya, baik itu tengkulak, loading ramp atau pabrik kelapa sawit, khususnya yang menampung brondol sawit agar kedepannya untuk lebih berhati- hati sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Hatta kepada jambiprima.com, Sabtu 3 Mei 2025.
Kemudian, lanjutnya, selain tindakan tegas dari pihak berwajib, hal yang tidak kalah pentingnya memaksimalkan penyuluhan hukum kepada warga SAD itu sendiri.
" Ini permasalah serius, pemangku kepentingan harus duduk bersama membahas hal ini. Dan kematian warga SAD akibat pengeroyokan yang awalnya dipicu aksi pencurian ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Jika hal ini dibiarkan bukan tidak mungkin korbannya akan bertambah," sebut Hatta. (ARD)
Bupati Tebo Hadiri Pelantikan Pengurus KORMI Kabupaten Tebo Masa Bhakti 2026–2030
Bupati Tebo Sambut Penerbangan Perdana Batik Air Rute Jakarta–Muara Bungo
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH MENGHADAPI EFISIENSI ANGGARAN PUSAT
Kunjungan Pengawasan ke Field Pertamina Jambi, Cek Endra Minta BBM Subsidi Tepat Sasaran
Ivan Wirata Warning! Pelebaran Jalan Mendalo Bisa Mandek Jika Pembebasan Lahan Tak Disiapkan
Analogikan Tim Kerja seperti Sepasang Sepatu, Pembimas Katolik Ajak ASN Saling Melengkapi
Oknum Security PT SKU yang Terlibat Pengeroyokan SAD Hingga Tewas Lebih dari 5 Orang