Oknum Resedivis Narkoba di Tebo Ilir Diduga Masih Beraksi

Rabu, 11 Juni 2025 - 10:50:07 WIB - Dibaca: 1369 kali

Ilustrasi
Ilustrasi (Ist/Antara)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Beberapa waktu lalu Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jambi, Ny. Evi Krisno H. Siregar, beserta Pejabat Utama melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Tebo, pada 13 Mei 2025 lalu.

Dalam agenda tatap muka di Aula Bhayangkara, Kapolda Jambi menyampaikan sejumlah arahan strategis kepada seluruh personel Polres Tebo.

Salah satunya adalah peningkatan kinerja khususnya dalam pengungkapan kasus jaringan narkoba.

Terkait kasus Narkoba, Kapolda perintahkan Kasat Narkoba untuk melakukan pengungkapan kasus jaringan bukan hanya kasus penyalahgunaan saja.

Terkait hal ini, salah seorang aktivis Tebo, Afriansyah menuturkan, fakta di lapangan, diduga Polres Tebo selama ini masih menangkap pengedar dan bandar kecil, belum ada pengedar atau bandar besar yang di tangkap.

Padahal menurutnya, para bandar  narkoba besar yang masih beroperasi melakukan aksi di Kabupaten Tebo merupakan pemain lama yang pernah di tangkap dan di adili (residivis).

" Seperti Bandar Narkoba inisial "ELP" dan "GS" yang tinggal di Kecamatan Tebo Ilir. Sampai saat ini mereka diduga masih berkeliaran dan melakukan aksinya," ujar Afriansyah.

Dikatanya lagi, "GS" sempat kabur dari kecamatan Tebo Ilir pasca 2 (dua) orang kaki tangannya di tangkap oleh Polres Tebo.

Dan "GS" sempat di panggil oleh Penyidik Narkoba perihal pengembangan perkara dari penangkapan 2 (dua) pengedar di Desa Teluk Singkawang beberapa waktu lalu.

Namun saat sekarang "GS" belum juga di tangkap oleh Satres Narkoba Polres Tebo.

Begitu juga residivis "ELP" yang juga salah satu bandar besar di daerah Kecamatan Tebo Ilir diduga masih menjalankan aksinya, tambah Afriansyah.

Salah seorang warga Desa Betung Bedarah Timur yang tidak mau di ungkapkan identitasnya mengatakan kepada media ini (10/6/2025).

"Kami resah pak dengan 2 orang bandar yang masih menjual narkoba jenis sabu di Desa kami, korbannya banyak anak-anak. Padahal salah satu residivis inisial 'ELP' istrinya seorang guru TK. Namun kelihatannya istrinya yang sebagai tenaga pendidik aja tidak bisa menegur suaminya", ucap warga tersebut dengan nada kesal.

"Kami mau 2 residivis narkoba tersebut di tangkap pak, biar generasi muda di Desa kami dan Desa lainnya terselamatkan", ucapnya. (ARD)





BERITA BERIKUTNYA