JAMBIPRIMA.COM,TEBO - Badan keuangan daerah (Bakeuda) Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, menyatakan pasca ketok palu anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) tahun 2025 oleh DPRD, serapan anggaran belum bisa di hitung.
Plt Bakeuda Kab Tebo melalui realese tertulis pada Senin 15 Juli 2025, menyebutkan bahwa pasca ketok palu oleh DPRD terhadap APBD-P 2025 serapan/realisasi anggaran belum bisa dihitung lantaran akan disampaikan ke Gubernur Jambi untuk di lakukan evaluasi.
Setelah ketok palu dalam rancangan perubahan, APBD Tebo tahun 2025 mengalami penurunan di banding dengan APBD murni 2025," lanjutnya.
Meskipun demikian disisi lain Hendry Nora mengatakan,pada rancangan APBD-P tahun 2025 pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo memastikan anggaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) untuk aparatur sipil negara (ASN) yaitu sebesar Rp59, 512.247.142 dan anggaran untuk P3K sebesar Rp32,233.628.665,50.
Hendry Nora juga membeberkan pada APBD-P tahun 2025 pemkab Tebo menyiapkan anggaran kegiatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada sub kegiatan pengendalian operasi dan penyediaan sarana prasarana kesiapsiagaan terhadap bencana Kab/Kota sebesar Rp1.401.829.000," ujarnya.
" Hendry Nora bilang, bahwa dalam APBD-P 2025 anggaran untuk publikasi media, meningkat jika dibanding dengan APBD tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp734.400.000,"katanya.
Rancangan perubahan APBD 2025 saat ini berada pada tahapan evaluasi oleh Pemprov Jambi, baru dapat di laksanakan setelah ditetapkan menjadi Perda Perubahan APBD tahun 2025," pungkasnya. (ARD)
Saipul Ishak Menang Pilkades PAW Embacang Gedang, Selisih Dua Suara
Pembangunan Koperasi Merah Putih Desa Kunangan Capai 52,42 Persen, Pekerja Mulai Pasang Tiang Kolom
Kemarau Panjang, Musim Tanam Padi Ketiga di Tanjabtim Molor Akibat Kekurangan Air
Safari Subuh di Masjid Riyadul Jannah, Al Haris Serahkan Bantuan untuk Anak Yatim dan Lansia
8 Orang SAD Dibawa ke Polda Jambi Usai Serang Mako Polres Merangin
Masyarakat Merangin Dukung Polres Tindak Tegas Terduga Pembeking PETI
SRMA 5 Jambi Resmi Dibuka: 100 Anak Kurang Mampu Dapat Akses Pendidikan Gratis Hingga SMA