JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Insiden penyerangan Markas Komando (Mako) Polres Merangin oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari komunitas Suku Anak Dalam (SAD), Rabu (28/10/2026), menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Sejumlah warga menyuarakan dukungan kepada Polres Merangin agar menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam aksi penyerangan tersebut, termasuk apabila ditemukan keterlibatan dalam aktivitas membekingi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Makam Pahlawan, Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan.
Dukungan masyarakat tersebut disampaikan melalui berbagai komentar. Mereka meminta kepolisian tidak gentar dalam menegakkan hukum dan mengusut seluruh pihak yang terbukti terlibat.
Salah satunya disampaikan Andi Bangko. Ia menegaskan bahwa seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan tidak boleh ada perlakuan berbeda dalam penegakan hukum.
Dalam komentar yang disampaikan Desi, ia juga mempertanyakan anggapan bahwa kelompok tertentu mendapat perlakuan khusus.
"Kita semua sama-sama dilindungi UU, kita semua sama di mata hukum. Yang membedakan adalah cara berperilaku sosial. Dengan kejadian ini, apakah SAD melawan ketentuan hukum? Iya. Untuk itu jangan tebang pilih. Laksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan! Tangkap semua yang terlibat dalam aksi ini," ungkapnya.
Dukungan moril lainnya disampaikan Gus Part. Ia mempertanyakan perkembangan penanganan terhadap pihak-pihak yang diamankan polisi.
Sementara itu, Hadi Pengestu menyampaikan keprihatinannya atas dugaan penggunaan senjata laras panjang dalam insiden penyerangan tersebut.
Komentar lainnya datang dari Keysha yang menyampaikan dukungan terhadap tindakan tegas kepolisian dalam menangani kasus tersebut.
Adapun Adhan Sadat meminta jajaran Polres Merangin tetap menunjukkan ketegasan dalam menjaga keamanan dan kewibawaan institusi kepolisian.
"Tegaslah Pak, mana marwahmu. Jangan kasih kendor, Pak," tulisnya.
Beragam tanggapan tersebut mencerminkan perhatian masyarakat terhadap insiden penyerangan Mako Polres Merangin serta penegakan hukum terhadap aktivitas PETI.
Masyarakat berharap kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk menindak siapa pun yang terbukti terlibat dalam penyerangan maupun aktivitas PETI sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Lil)
Safari Subuh di Masjid Riyadul Jannah, Al Haris Serahkan Bantuan untuk Anak Yatim dan Lansia
8 Orang SAD Dibawa ke Polda Jambi Usai Serang Mako Polres Merangin
Masyarakat Merangin Dukung Polres Tindak Tegas Terduga Pembeking PETI
Kurang dari 24 Jam, Polres Merangin Amankan 8 Terduga Pelaku Penyerangan dan Penembakan Mako Polres
Momentum Sumpah Pemuda, SMSI Tebo Adukan Polemik Dana BLUD Rp18,73 Miliar ke Komisi Informasi Jambi
SAH: Membela Program Presiden Prabowo Berarti Memperjuangkan Kesejahteraan Rakyat Kecil
Kapolres Tebo Gelar Subuh Keliling, Ajak Warga Waspadai Narkoba dan Geng Motor