JAMBIPRIMA.COM,. TEBO – Komisi III DPRD Kabupaten Tebo memanggil sejumlah pihak terkait proyek pembangunan tanggul penahan Sungai Batanghari di Desa Pagar Puding, Kecamatan Tebo Ulu. Pemanggilan ini dilakukan lewat rapat dengar pendapat (RDP) usai sidak ke lokasi proyek senilai lebih dari Rp20 miliar yang bersumber dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
RDP yang digelar di ruang Banggar DPRD Tebo, Senin (20/10/2025), dipimpin langsung Ketua Komisi III Dimas Cahya Kusuma, didampingi Ketua DPRD Khalis Mustiko, Wakil Ketua I Ihsanuddin, Wakil Ketua II Sahendra, serta anggota Komisi III lainnya. Hadir pula Sekban BPBD Tebo Ahmad Rony, Kadis PUPR Hendry Nora, dua konsultan pengawas, Anzil Fitri dan Ahmad Tarmizi, serta perwakilan rekanan PT Pulau Bintan Bestari (PBB), dan masyarakat Desa Pagar Puding.
Dalam penjelasannya, Anzil Fitri selaku konsultan pengawas dari PT Dinarianda mengatakan pekerjaan di lapangan memang dikejar waktu sehingga pihaknya telah menginstruksikan percepatan. “Metode percepatan dilakukan di bagian konstruksi bawah untuk mengantisipasi naiknya air sungai agar pekerjaan tidak terganggu,” jelasnya.
Ia menambahkan, pekerjaan sheet pile sudah rampung, mini pile sedang dalam proses pemancangan, dan pipa baja struktur utama telah selesai dipasang. “Sisa potongan sheet pile yang dipertahankan warga sudah kami kumpulkan di gudang. Nantinya akan diajukan contract change order (CCO) agar volume lebih bisa dialihkan ke pekerjaan lain, dengan catatan ada surat dukungan dari warga,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan warga Ahmad Dauri berharap pembangunan turap bisa selesai tepat waktu dan tidak mengulang kegagalan proyek bronjong pada 2014 lalu. “Kami akan terus memantau pelaksanaannya agar sesuai perencanaan,” katanya.
Ketua Komisi III Dimas Cahya Kusuma menegaskan, pemanggilan ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana teknis dan tidak menimbulkan kekecewaan masyarakat. “Warga Pagar Puding sempat trauma karena proyek sebelumnya tidak tuntas. Maka kami menegaskan agar pekerjaan turap kali ini harus benar-benar sesuai perencanaan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, BPBD Tebo telah menyampaikan bahwa potensi kendala utama dalam pelaksanaan proyek ini adalah faktor alam, seperti banjir akibat curah hujan tinggi di hulu Sungai Batanghari yang bersumber dari Sumatera Barat. “Komisi III meminta agar pekerjaan tidak terganggu oleh cuaca dan selesai tepat sasaran,” pungkas Dimas. (ARD)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Pemda #Jambi
Rakerda Pramuka Jambi 2026 Digelar, Bahas Evaluasi dan Program Kerja
Disperindag Tebo Tegur Ritel Modern Soal Kembalian Permen dan Pembulatan Harga
Sidang PETI Punti Kalo Berlanjut, JPU Siapkan Saksi Tambahan dan Ahli
Satpol PP Tebo Siap Lelang Ternak Liar, Penertiban Segera Digelar
Parah! 3 Titik Jalan Nasional Niam–Lubuk Tenggelam, Akses Tebo ke Tanjab Barat Putus
Terkait Pelayanan, SMSI Minta Direktur RSUD STS Tebo Jelaskan SOP Dokter Dipoliklinik Secara Terbuka