JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo kembali memfasilitasi penyelesaian konflik lahan antara warga Desa Puntikalo, Kecamatan Sumay, dengan TNI-AD Batalyon TP 844. Usai rapat inventarisasi pada 7 November 2025, Pemkab bersama tim Kementerian Pertahanan (Kemhan) turun langsung melakukan sosialisasi pembangunan Yonif TP 844 kepada masyarakat.
Kepala Kesbangpol Tebo, Sugiyarto, mengatakan pertemuan berlangsung cukup alot. Meski sebagian warga harus merelakan lahannya, pembangunan awal akan difokuskan pada titik yang tidak menyentuh permukiman.
“Lahan permukiman warga akan dibahas pada tahap berikutnya. Kita cari solusi terbaik, apakah diberi tapak baru atau tukar guling,” ujarnya, Jumat (14/11).
Sugiyarto menegaskan pembangunan ini merupakan program nasional dan harus segera berjalan. Di lokasi tersebut akan dibangun sekitar 16 item fasilitas, mulai dari kantor, markas, asrama, hingga penunjang lainnya, apabila tidak terkendala lahan.
Terkait 15 sertipikat warga yang berada di dalam area pembangunan, titik pembangunan telah digeser untuk menghindari irisan dengan lahan masyarakat.
Sebelumnya, Dandim 0416/Bute Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto menyebut masih ada sekitar 15 bidang tanah bersertipikat yang berada di atas aset TNI. Ia meminta BPN Tebo membantu memvalidasi data karena adanya dokumen lama peninggalan KNIL yang harus disinkronkan.
“Kami butuh survei ulang sebelum menggambar ulang desain pembangunan sambil menunggu penyelesaian masalah ini,” tegasnya. (ARD)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Tabo #Jambi #DPRD #BupatiTebo
Peringati HANI 2026, Bupati Tebo Ajak Masyarakat Perangi Narkoba demi Generasi Emas 2045
Hesti Haris Serahkan Santunan untuk Ribuan Anak Yatim dan Difabel di Peringatan 10 Muharram
Cek Endra: Ketahanan Energi Kunci Stabilitas Ekonomi, Dukung Percepatan 118 Blok Migas Baru
Fantastis! Anggaran Swakelola Rp10 Miliar, Jalan Tabir Cuma Kebagian Rp50 Juta
Resmi Dibahas! DPRD Tebo Gelar Paripurna Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Komisi III DPRD Tebo Temui Edi Purwanto, Jalan Padang Lamo Rp70 Miliar Dikawal
F-BPM Nilai Pemerintah Tutup Mata Soal Pembangunan Turap Bakso Berseri