JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Meski masih menanggung kewajiban pembayaran pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 senilai Rp150 miliar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo kembali mengajukan pinjaman baru ke PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) sebesar Rp140 miliar. Langkah ini diambil di tengah tekanan efisiensi anggaran yang saat ini dihadapi daerah.
Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, usai mengikuti rapat paripurna penyampaian nota pengantar APBD 2026 pada Kamis (27/11/2025), menjelaskan bahwa proses pengajuan pinjaman tersebut telah dibahas bersama DPRD Tebo dalam KUA-PPAS 2026 dan kini hanya menunggu pengesahan APBD.
Menurut Agus, pengajuan pinjaman ini pada awalnya ditujukan untuk membiayai pembangunan delapan titik infrastruktur jalan di Kabupaten Tebo. Namun karena adanya penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD), usulan tersebut disesuaikan menjadi hanya dua titik pembangunan jalan yang disetujui, ditambah satu titik lainnya berupa kebutuhan sarana dan prasarana di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo.
“Awalnya kita ajukan Rp350 miliar. Namun berdasarkan kondisi fiskal dan kemampuan daerah, dilakukan penyesuaian dan disetujui sebesar Rp140 miliar,” jelas Agus.
Ia menegaskan, tanpa dukungan pinjaman tersebut, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tebo akan tetap berjalan namun dengan cakupan yang lebih terbatas. Hal itu akan berdampak pada tidak maksimalnya penyelesaian pembangunan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat.
Agus juga mengungkapkan bahwa tidak semua daerah di Indonesia mendapatkan persetujuan pinjaman dari PT SMI. Hanya beberapa kabupaten/kota yang dianggap memenuhi persyaratan dan kesiapan fiskal yang diberikan akses pendanaan tersebut.
Lebih lanjut, Agus menyebut bahwa pengajuan pinjaman ini sejalan dengan arahan yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat Pemkab Tebo mengikuti kegiatan retreat di Magelang. Dalam kesempatan itu, pemerintah pusat menilai bahwa pinjaman daerah merupakan salah satu strategi yang diperbolehkan untuk mendorong percepatan pembangunan.
“Bunga pinjaman dari PT SMI ini sangat kecil, hanya 0,5 persen. Kalau dibandingkan dengan bunga bank, jauh lebih rendah. Ibaratnya seperti program kredit usaha rakyat (KUR). Jadi ini langkah yang cukup aman bagi keuangan daerah,” tambahnya.
Dengan pengajuan pinjaman tersebut, Pemkab Tebo berharap pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik, khususnya fasilitas kesehatan, dapat lebih optimal dan merata. (ARD)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Tebo #Jambi #DPRD #BupatiTebo
Universitas Islam Tebo Serukan Semangat Berbagi dan Pendidikan di Hari Raya Idul adha
Pemkab Tebo Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha dengan Semangat Berbagi dan Kebersamaan
CE Bongkar Carut-Marut Tambang Rakyat di Jambi, 6.000 Sumur Minyak Ilegal Jadi Sorotan DPR RI
Ombudsman Minta Portal Penelusuran Perkara PN Jambi Segera di Aktifkan
Gerindra Soroti Indomaret dan Alfamart, DPRD Tebo Jadwalkan RDPU Bersama UMKM
Jelang Idul Adha, Satgas Pangan dan TPID Sidak Pasar Angso Duo Pastikan Harga Stabil
Pemkab Tebo Pangkas TPP ASN, Dampak Efisiensi Anggaran dan Turunnya TKD