TMA Batanghari Naik, BPBD Tebo Imbau Warga Tetap Waspada Hujan Tinggi

Jumat, 12 Desember 2025 - 10:15:48 WIB - Dibaca: 1230 kali

Kepala Pelaksana BPBD Tebo Joko Ardiawan memberikan penjelasan kondisi TMA Sungai Batanghari di Posko Donasi Bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Tebo Joko Ardiawan memberikan penjelasan kondisi TMA Sungai Batanghari di Posko Donasi Bencana. (ARD)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo terus memonitor perkembangan tinggi muka air (TMA) Sungai Batanghari menyusul meningkatnya intensitas hujan di wilayah Sumatera.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, menyampaikan bahwa hingga Rabu, 10 Desember 2025, hasil laporan petugas Bendungan Batanghari di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menunjukkan TMA masih berada di bawah ambang batas banjir.

“Kita terus berkoordinasi dengan pihak bendungan untuk memastikan kondisi tetap aman dan tidak menimbulkan limpahan yang berdampak ke wilayah Tebo,” ungkap Joko.

Menurutnya, pemantauan rutin di sejumlah titik pantau di Kabupaten Tebo menunjukkan kondisi TMA berada pada kisaran 3,8 meter, yang masih termasuk kategori aman. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas mengingat tingginya curah hujan sejak awal Desember.

Joko menjelaskan, berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, periode Desember 2025 hingga Januari 2026 diperkirakan akan terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan debit air sungai dan memicu genangan maupun banjir apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Pada pembaruan data Kamis, 11 Desember 2025, BPBD mencatat adanya kenaikan TMA lebih dari 1 meter berdasarkan pengamatan di Bendungan Batanghari. Meski belum melewati batas siaga banjir, peningkatan ini menjadi indikator perlunya kewaspadaan lebih lanjut.

“Secara umum TMA belum melewati batas muka air banjir. Namun meskipun curah hujan sangat tinggi, kita tetap berpedoman pada imbauan kewaspadaan dan upaya mitigasi sejak awal,” tegasnya.

BPBD Tebo mengajak masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan genangan, untuk aktif melakukan pembersihan selokan, parit, dan aliran air di sekitar permukiman. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah tersumbatnya aliran air yang bisa memicu banjir mendadak.

“Kami berharap masyarakat tidak bosan menjaga lingkungan, tetap siaga dan waspada, serta meningkatkan gotong royong untuk meminimalisir potensi dampak kenaikan TMA di musim hujan ini,” pungkas Joko. (ARD) 





BERITA BERIKUTNYA