Ninja Sawit Teror Kemantan, Dua Hari Berturut Kebun Warga Dibobol

Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:41:53 WIB - Dibaca: 1796 kali

Tumpukan tandan buah segar (TBS) sawit ditemukan warga di area kebun Desa Kemantan, diduga kuat merupakan hasil pencurian yang dilakukan “ninja sawit”.
Tumpukan tandan buah segar (TBS) sawit ditemukan warga di area kebun Desa Kemantan, diduga kuat merupakan hasil pencurian yang dilakukan “ninja sawit”. (San)

JAMBIPRIMA.COM,. Tebo - Aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali meresahkan warga Desa Kemantan, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Dalam dua hari berturut-turut, yakni pada 26 dan 27 Desember 2025, sejumlah kebun sawit milik petani dilaporkan habis dibongkar pelaku yang dikenal warga dengan sebutan “ninja sawit.”

Salah satu kebun yang menjadi sasaran pencurian diketahui milik seorang petani yang akrab disapa DE. Kebun tersebut berada di sekitar area workshop bekas perusahaan batu bara di wilayah desa setempat. Peristiwa pencurian diduga kuat terjadi pada malam hari. Pada pagi harinya, seorang tetangga kebun bernama Mahdian menemukan tumpukan buah sawit yang diduga hasil curian. Ia mengaku sempat melihat seseorang berlari meninggalkan lokasi saat mendengar suara sepeda motor memasuki area kebun.

Tak berhenti di situ, kejadian serupa kembali terulang pada Jumat (27/12/2025). Kali ini kebun sawit milik petani bernama Iwa, yang berada di sekitar area stokpile Desa Kemantan, juga dilaporkan raib digondol maling. Seorang pekerja kebun berinisial JA menelusuri jejak buah sawit yang hilang dan menemukan sejumlah indikasi kuat adanya aksi pencurian terencana.

Ironisnya, aksi kejahatan ini tidak hanya menyasar buah sawit, namun juga bibit sawit. Seorang petani bernama Duan mengaku bibit sawit miliknya yang berada di belakang area workshop Desa Kemantan ikut hilang. Menurutnya, kejadian ini menandakan kondisi keamanan kebun warga mulai mengkhawatirkan.

“Bibit sawit saya juga hilang. Ini menandakan kondisi keamanan kebun mulai tidak aman. Kami berharap pemerintah desa segera bertindak dan mengimbau warga agar lebih waspada,” ujar Duan.

Deretan kasus ini menimbulkan keresahan luas di kalangan petani. Melalui komunikasi antarwarga dan media sosial, petani saling mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan. Informasi yang beredar menyebutkan, pelaku kerap beraksi saat warga melaksanakan salat Jumat dan pada rentang waktu dini hari sekitar pukul 01.00–05.00 WIB.

Para petani berharap adanya langkah nyata dari pemerintah desa, pihak keamanan, dan kesadaran kolektif warga untuk memperketat penjagaan kebun. Dengan sinergi dan kewaspadaan bersama, mereka berharap aksi pencurian sawit di Desa Kemantan dapat ditekan dan tidak kembali terulang. (San)





BERITA BERIKUTNYA