JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Kualitas pekerjaan ruas Jalan Ulak Makam–Kota Raja, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin, menuai sorotan warga. Pasalnya, proyek peningkatan jalan yang belum genap dua bulan selesai dikerjakan itu kini sudah mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik.
Ruas jalan tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Merangin Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp469.210.000. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Bukit Graha dengan nomor kontrak 10/Kontrak/RJ BM/DPUR/2025.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan tampak memprihatinkan. Di beberapa kilometer ruas jalan, lapisan pengerasan sudah terkikis, bahkan tanah kuning terlihat mencuat ke permukaan. Kondisi ini membuat badan jalan menjadi licin dan sulit dilalui, terutama saat hujan turun.
Warga Tabir Ilir pun mempertanyakan mutu pekerjaan proyek tersebut. Mereka menilai pengerjaan jalan terkesan asal-asalan dan minim pengawasan dari pihak terkait.
“Ini uang rakyat terkesan disia-siakan. Belum berapa lama dikerjakan, jalannya sudah hancur. Kalau hujan terus seperti ini, kami khawatir jalan ini akan rusak total dalam beberapa bulan ke depan,” ujar salah seorang warga Tabir Ilir.
Meski demikian, warga tetap mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Merangin yang telah memperbaiki akses jalan di wilayah mereka. Namun, mereka menyayangkan hasil pekerjaan yang dinilai tidak sesuai harapan.
“Kami bersyukur kepada Bupati Merangin karena jalan ini akhirnya diperbaiki, walaupun hanya pengerasan. Tapi kenyataannya sekarang malah cepat rusak. Ini patut dipertanyakan,” tambah warga tersebut.
Sementara itu, pengawas lapangan berinisial Z saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa kerusakan jalan disebabkan oleh faktor cuaca dan tingginya aktivitas masyarakat yang melintas di ruas jalan tersebut.
“Curah hujan terus-menerus dan kendaraan masyarakat tetap melintas. Pemeriksaan dari BPK juga lambat, jadi kondisi jalan kurang efektif untuk bertahan,” kata Z.
Z juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan pemerintah, meski mengakui bahwa masyarakat sangat membutuhkan akses jalan tersebut, terlebih di musim hujan.
“Di musim hujan ini, masyarakat memang sangat membutuhkan jalan. Tapi kalau kualitasnya seperti ini, tentu merugikan semua pihak,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Merangin, Arya, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon belum mendapatkan respons. (Lil)
Disdikbud Tebo Usulkan Revitalisasi 89 Sekolah, Tunggu Realisasi Bantuan Kemdikbud 2026
Yumna Farm Tebo Hadirkan Konsep Berbeda, Jual Sapi Berkualitas Sekaligus Edukasi Peternak
Aktivis Soroti Kejanggalan Proyek Turap Rp20,4 Miliar di Tebo, Dari KSO hingga Pencairan Dana
Relawan Yayasan Tri Bhuana Abadi Galang Donasi untuk Korban Bencana di Sumbar, Tapsel, dan Aceh
Jejak Tender Turap Pagar Puding: Dua Perusahaan Terdaftar, Pokja Tegaskan Tak Langgar Aturan KSO
RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo Manfaatkan Pinjaman PT SMI Rp60 Miliar untuk Alkes dan Gedung KJSU
Komisi III DPRD Tebo Akan Panggil Rekanan dan BPBD Terkait Proyek Turap Pagar Puding Rp20,4 Miliar