Cek Endra Soroti LPG 3 Kg Langka di Jambi, Desak Pertamina Percepat Operasi Pasar

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:50:45 WIB - Dibaca: 761 kali

Anggota Komisi XII DPR RI Cek Endra saat mengikuti Kunjungan Spesifik Komisi XII DPR RI di Kepulauan Bangka Belitung, membahas kesiapan distribusi energi nasional dan menyoroti kelangkaan LPG 3 kg di sejumlah wilayah Jambi.
Anggota Komisi XII DPR RI Cek Endra saat mengikuti Kunjungan Spesifik Komisi XII DPR RI di Kepulauan Bangka Belitung, membahas kesiapan distribusi energi nasional dan menyoroti kelangkaan LPG 3 kg di sejumlah wilayah Jambi. (Net)

JAMBIPRIMA.COM,. BANGKA BELITUNG – Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Cek Endra, menyoroti kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram (kg) yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. Ia mendesak PT Pertamina Patra Niaga untuk segera mempercepat pelaksanaan operasi pasar serta memperkuat pengawasan distribusi guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah masyarakat.

Permintaan tersebut disampaikan Cek Endra menjelang momentum Ramadhan dan Idul Fitri, periode yang setiap tahunnya identik dengan peningkatan konsumsi energi rumah tangga. Menurutnya, lonjakan kebutuhan LPG subsidi harus diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan gejolak harga yang dapat membebani masyarakat kecil.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang dilakukannya di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi, seperti Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Batanghari, ditemukan kondisi kelangkaan LPG 3 kg yang cukup signifikan. Situasi tersebut bahkan berdampak pada kenaikan harga di tingkat pengecer yang mencapai kisaran Rp40.000 hingga Rp60.000 per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Cek Endra menilai kondisi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan Pertamina untuk segera memperkuat sistem distribusi dan pengawasan secara nasional. Ia menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga sebagai operator utama distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan ketersediaan pasokan tetap stabil, rantai distribusi berjalan lancar, serta mencegah potensi penyimpangan di lapangan.

“Kesiapan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penambahan suplai, penguatan pengawasan distribusi, hingga koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi yang merupakan kebutuhan pokok rumah tangga,” ujar Cek Endra.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga, Alimidin Baso, bersama perwakilan Marketing Operation Region (MOR) II, menyatakan kesiapan perusahaan untuk segera merespons dinamika yang terjadi di berbagai daerah. Salah satu langkah konkret yang disiapkan yakni pelaksanaan operasi pasar di wilayah yang mengalami tekanan harga dan keterbatasan pasokan.

Manager Operasional Regional II Subagsel, Erwin, menambahkan bahwa operasi pasar akan dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah setempat guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keterjangkauan harga LPG subsidi serta menjamin akses energi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian Kunjungan Spesifik Komisi XII DPR RI pada Masa Sidang III di Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (12/2/2026), yang turut membahas kesiapan sektor energi nasional menghadapi periode hari besar keagamaan. Dalam forum itu, isu distribusi LPG subsidi menjadi salah satu perhatian utama mengingat dampaknya yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Komisi XII DPR RI menilai momentum Ramadhan dan Idul Fitri selalu menjadi ujian penting bagi ketahanan distribusi energi nasional. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif yang lebih kuat, terukur, dan terkoordinasi agar potensi kelangkaan maupun lonjakan harga tidak meluas ke berbagai daerah.

Sebagai legislator asal daerah pemilihan Jambi, Cek Endra juga menekankan pentingnya evaluasi tata kelola distribusi LPG subsidi secara berkelanjutan. Ia berharap penyaluran energi bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dengan adanya rencana operasi pasar serta peningkatan koordinasi lintas pemangku kepentingan, diharapkan stabilitas pasokan LPG 3 kg dapat terjaga dan masyarakat tidak lagi dihadapkan pada kelangkaan maupun lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan. (Red)





BERITA BERIKUTNYA