JAMBIPRIMA.COM,. TEBO – Polemik dualisme kepengurusan koperasi mitra perkebunan kelapa sawit kembali mencuat di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Kali ini, sorotan publik tertuju pada Koperasi Tujuan Murni (KTM) mitra PT Tebo Indah yang tengah dilanda konflik internal akibat saling klaim keabsahan pengurus antar kubu.
Perseteruan tersebut dinilai berpotensi menghambat aktivitas koperasi yang sejatinya dibentuk sebagai wadah peningkatan kesejahteraan anggota. Kondisi dualisme ini tidak hanya menimbulkan kebingungan di kalangan anggota, tetapi juga berisiko mengganggu kemitraan usaha perkebunan yang selama ini berjalan.
Menanggapi situasi tersebut, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tebo melalui Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Iswandi, menegaskan bahwa tujuan utama koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya, bukan menjadi ajang konflik kepentingan.
Menurut Iswandi, keberadaan koperasi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota melalui pengelolaan usaha yang sehat, transparan, dan aktif. Ia menekankan bahwa yang paling penting saat ini adalah memastikan koperasi kembali berjalan normal dengan struktur kepengurusan yang jelas dan diakui bersama.
“Yang utama adalah bagaimana koperasi itu aktif dan kepengurusannya jelas. Koperasi dibentuk untuk kesejahteraan anggota, itu visi dan misinya,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Lebih lanjut ia menjelaskan, mekanisme pemilihan atau pergantian pengurus sebenarnya telah diatur secara tegas dalam peraturan perundang-undangan. Baik melalui rapat anggota tahunan, rapat khusus, maupun rapat luar biasa, seluruh prosedur sudah memiliki dasar hukum yang dapat diakses secara terbuka oleh seluruh anggota koperasi.
Iswandi menilai para anggota dan pengurus koperasi semestinya sudah memahami aturan tersebut sehingga tidak perlu lagi terjadi perdebatan berkepanjangan yang justru merugikan organisasi. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui dinas terkait tidak akan melakukan intervensi terhadap konflik internal koperasi, namun tetap memberikan pembinaan dan arahan agar koperasi kembali solid.
“Apabila terjadi persoalan di internal koperasi, yang kami inginkan adalah semua pihak bisa duduk bersama untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan membuat koperasi kembali aktif. Jangan ada lagi kubu-kubu yang justru memperlemah organisasi,” jelasnya.
Menurutnya, komitmen anggota dan pengurus menjadi kunci utama penyelesaian dualisme. Tanpa adanya kesadaran bersama untuk bersatu, koperasi akan sulit berkembang dan berpotensi kehilangan kepercayaan anggota maupun mitra usaha.
Pihak Disperindagkop-UKM Tebo berharap kedua belah pihak dapat menempuh jalur musyawarah dan memanfaatkan mekanisme rapat anggota sebagai forum tertinggi pengambilan keputusan. Dengan demikian, kepengurusan yang terbentuk nantinya memiliki legitimasi kuat serta mampu membawa koperasi kembali fokus pada tujuan utamanya, yakni meningkatkan kesejahteraan anggota dan memperkuat ekonomi kerakyatan di sektor perkebunan sawit. (ARD)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Tebo #Jambi #DPRD #BupatiTebo
Satpol PP Tebo Siap Lelang Ternak Liar, Penertiban Segera Digelar
Parah! 3 Titik Jalan Nasional Niam–Lubuk Tenggelam, Akses Tebo ke Tanjab Barat Putus
Pendataan Koperasi Bermasalah di Tebo Terkendala Anggaran dan Armada
Tagih Janji, Warga Sungai Bengkal Datangi Kantor Camat: Sengketa Batas Makin Memanas!
F-BPM Desak Kapolres dan Kasat Reskrim Merangin Diganti, Soroti Penanganan PETI Tebang Pilih
Samsul Riduan Hadiri GPM Nasional di Jambi, Ingatkan Lonjakan Harga Cabai Jelang Ramadan