Pasar Talang Banjar Akan Direvitalisasi, Pedagang Direlokasi Sementara

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:13:28 WIB - Dibaca: 656 kali

Pasar Talang Banjar Kota Jambi
Pasar Talang Banjar Kota Jambi (ahmad)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi berencana melakukan revitalisasi terhadap Pasar Tradisional Talang Banjar sebagai upaya menata kembali kawasan perdagangan agar lebih tertib, nyaman, dan mampu menarik minat pembeli.
Rencana tersebut mencuat setelah Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tersebut pada Senin (9/3/2026). Dalam sidak tersebut, Maulana menilai kondisi Pasar Talang Banjar saat ini masih belum tertata dengan baik sehingga perlu dilakukan pembenahan secara menyeluruh.
Menurut Maulana, revitalisasi pasar merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas fasilitas pasar tradisional sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.
“Secara umum kondisi Pasar Talang Banjar ini memang belum tertata dengan baik. Karena itu kami sudah menyampaikan proposal revitalisasi kepada Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan sudah dilakukan peninjauan. Insya Allah pasar ini akan direvitalisasi,” ujar Maulana, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, dalam proses pembangunan nantinya kawasan pasar akan dikosongkan sementara waktu. Untuk memastikan aktivitas ekonomi para pedagang tetap berjalan, Pemkot Jambi telah menyiapkan lokasi relokasi sementara yang tidak jauh dari lokasi pasar saat ini.
“Kita akan menyewa tempat sementara bagi para pedagang. Lokasinya tidak jauh dari sini sehingga aktivitas jual beli tetap bisa berjalan sambil menunggu pembangunan pasar selesai,” jelasnya.
Selama ini, sejumlah pedagang mengaku kondisi pasar semakin sepi pembeli. Salah satu penyebabnya adalah maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di luar area pasar, terutama di sepanjang Jalan Orang Kayo Pingai dan Jalan Sentot Ali Basah.
Nur Siregar, salah satu pedagang yang berjualan di dalam Pasar Talang Banjar, mengungkapkan bahwa keberadaan PKL di luar pasar membuat pembeli lebih memilih berbelanja di pinggir jalan sehingga pedagang di dalam pasar kehilangan pelanggan.
“Percuma kalau penertiban hanya sebentar. Sekarang masih banyak pedagang yang jualan di luar pasar. Kami yang di dalam jadi sepi pembeli. Kami berharap pemerintah menertibkan PKL yang berjualan di depan pasar,” kata Nur.
Ia juga menambahkan bahwa setelah sebelumnya dilakukan penertiban dan pembangunan jalan di sekitar kawasan tersebut, banyak pedagang yang kembali berjualan di luar area pasar.
“Lihat saja kondisi di dalam pasar sekarang, banyak kios yang sepi. Orang lebih memilih belanja di luar,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Jambi menegaskan bahwa penataan pasar tidak hanya dilakukan pada bagian dalam pasar, tetapi juga pada kawasan di sekitarnya. Pemerintah berencana menata ulang seluruh area pasar agar lebih rapi dan tertib.
Selain revitalisasi bangunan pasar, Pemkot Jambi juga berencana menambah jumlah kios bagi pedagang sehingga aktivitas perdagangan bisa lebih terorganisir.
Tidak hanya itu, kawasan di sepanjang Jalan Pasar Talang Banjar juga akan ditata dengan pembangunan pedestrian yang lebih representatif. Penataan tersebut diharapkan dapat mempercantik kawasan sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif.
“Ke depan kawasan ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga bisa menjadi kawasan wisata kota yang nyaman bagi masyarakat,” ujar Maulana.
Meski demikian, Maulana menegaskan bahwa proses revitalisasi harus dilakukan secara bertahap dan melalui komunikasi dengan seluruh pedagang agar tidak menimbulkan gejolak di lapangan.
“Tahapannya memang tidak mudah karena menyangkut kebutuhan banyak pedagang. Kita ingin semua berjalan baik tanpa menimbulkan masalah,” katanya.
Lebih lanjut, Maulana juga mengungkapkan bahwa rencana pembenahan tidak hanya dilakukan di Pasar Talang Banjar. Pemerintah Kota Jambi juga mengusulkan revitalisasi Pasar Induk Talang Gulo sebagai bagian dari program peningkatan fasilitas pasar tradisional di Kota Jambi.
Saat ini Pemkot Jambi telah mempresentasikan rencana revitalisasi kedua pasar tersebut di hadapan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan masih menunggu persetujuan serta realisasi dari pemerintah pusat.
“Kami sudah mempresentasikan rencana ini kepada Kementerian Perdagangan. Tinggal menunggu realisasi. Mudah-mudahan dua pasar yang diusulkan ini bisa segera disetujui,” pungkasnya.
Dengan adanya revitalisasi tersebut, diharapkan Pasar Talang Banjar dapat kembali menjadi pusat perdagangan yang ramai, tertata rapi, serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di Kota Jambi. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA