Sampah Menggunung di Pasar Rantau Panjang, Warga Tabir Soroti Kinerja Pemkab Merangin

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:31:50 WIB - Dibaca: 1041 kali

Tumpukan sampah menggunung di kawasan Pasar Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, pasca Idul Fitri 1447 H, mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.
Tumpukan sampah menggunung di kawasan Pasar Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, pasca Idul Fitri 1447 H, mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas. (Lil )

JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN — Kondisi Pasar Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, memprihatinkan pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Tumpukan sampah terlihat menggunung di sejumlah titik pasar, menimbulkan keluhan dari warga dan pengguna jalan.

Sampah yang didominasi limbah rumah tangga dan sisa aktivitas perdagangan itu tampak tidak terangkut selama beberapa hari. Akibatnya, selain menimbulkan bau tak sedap, keberadaan sampah juga mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat arus kendaraan padat di kawasan pasar.

Warga setempat mengaku kesulitan melintas karena badan jalan menyempit akibat tumpukan sampah yang meluber hingga ke area lalu lintas. Mereka pun mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Merangin dalam menangani persoalan kebersihan, khususnya di pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pasar Rantau Panjang ini seperti tempat pembuangan sampah saja. Tidak ada tindakan nyata dari pemerintah, baik kecamatan maupun kabupaten,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga menyoroti kewajiban pembayaran retribusi pasar yang selama ini rutin ditarik, namun dinilai tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan, terutama dalam hal pengelolaan sampah.

Menurut mereka, kondisi ini bukan kali pertama terjadi, melainkan persoalan yang berulang tanpa solusi konkret. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membersihkan sampah serta menata sistem pengelolaan kebersihan pasar agar lebih efektif.

Selain itu, warga meminta adanya pengawasan rutin dan penambahan armada pengangkut sampah guna mencegah penumpukan serupa di kemudian hari. Pasalnya, jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak kesehatan dan merusak citra pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Merangin terkait penanganan tumpukan sampah tersebut. (Lil)





BERITA BERIKUTNYA