JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Klaim pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin tahun 2025 yang disebut-sebut melampaui capaian nasional menuai sorotan. Pasalnya, rilis resmi dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Merangin dinilai tidak mencantumkan sumber data yang jelas, sehingga memicu pertanyaan dari berbagai pihak, termasuk Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh.
Dalam rilis tersebut disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Merangin tahun 2025 mencapai 5,13 persen. Angka ini diklaim lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jambi yang berada di angka 4,93 persen, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
Menanggapi hal itu, awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Wakil Bupati Merangin. A. Khafidh mengaku mempertanyakan validitas data yang dipublikasikan Kominfo karena tidak disertai sumber resmi.
Ia kemudian meminta penjelasan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dari penjelasan yang diterimanya, disebutkan bahwa data indikator makro pembangunan, termasuk pertumbuhan ekonomi, bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS).
“Data yang kita sampaikan memang berasal dari BPS. Pemerintah daerah tidak pernah mengeluarkan data indikator makro pembangunan sendiri, semuanya bersumber dari BPS,” demikian penjelasan pihak Bappeda yang disampaikan kepada Wabup.
Namun demikian, tidak dicantumkannya sumber dalam rilis Kominfo tetap menjadi perhatian serius. Bahkan, Wabup A. Khafidh secara spontan mengungkapkan keprihatinannya dengan ucapan “astaghfirullah” saat mengetahui hal tersebut.
Di sisi lain, capaian pertumbuhan ekonomi 5,13 persen tersebut juga disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Merangin dalam Rapat Paripurna DPRD Merangin, Senin (30/03/2026).
Dalam pidato pengantar Bupati Merangin, yang dibacakan dan turut mengutip pernyataan Wakil Bupati, disebutkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil konsistensi program pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Salah satu sektor yang mengalami peningkatan signifikan adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Pada tahun 2024, sektor ini hanya tumbuh sebesar 2,77 persen, namun pada 2025 melonjak tajam menjadi 5,55 persen.
“Sektor pertanian kembali menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Ini menunjukkan bahwa kebijakan penguatan ekonomi kerakyatan berjalan di jalur yang tepat,” ujar A. Khafidh dalam forum paripurna di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Merangin.
Selain pertumbuhan ekonomi, indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Merangin tercatat meningkat menjadi 73,41 poin pada tahun 2025, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 72,65 poin.
Meski demikian, tidak semua sektor mengalami pertumbuhan positif. Pemerintah Kabupaten Merangin mencatat adanya perlambatan pada sektor akomodasi dan makan minum yang hanya tumbuh 3,24 persen, menurun dari capaian tahun sebelumnya yang mencapai 7,78 persen.
Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1,495 triliun atau 98,37 persen dari target yang telah ditetapkan. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru melampaui target dengan realisasi sebesar 104,64 persen atau sekitar Rp161,7 miliar.
Menutup penyampaiannya, Wabup menegaskan bahwa capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan gambaran nyata progres pembangunan yang telah dicapai bersama oleh pemerintah dan masyarakat Merangin.
“Angka-angka ini adalah potret kemajuan pembangunan yang kita raih bersama,” pungkasnya. (Lil)
Reses KFA Hadirkan Cek Endra dan Maulana, Sinergi Pusat–Daerah Kian Kuat di Jambi
WFH ASN Tiap Jumat Mulai April 2026, Pemkab Tebo Masih Tunggu Arahan
Halal Bihalal SMPN 25 Tebo Hangat, Kepsek Turun Langsung Siapkan Hidangan
Dilema Fiskal Jambi: Belanja Pegawai Membengkak, Kepentingan Rakyat Terpinggirkan
Reses di Telanaipura, KFA Serap Aspirasi Warga dan Salurkan 400 Paket Sembako
Cek Endra Apresiasi Program Kampung Bahagia, Dorong Penguatan Peran RT di Tengah Efisiensi Anggaran
Kota Jambi Raup Rp1,7 Triliun Dana Eksternal, DPRD Soroti Kinerja 2025