Reses KFA Hadirkan Cek Endra dan Maulana, Sinergi Pusat–Daerah Kian Kuat di Jambi

Rabu, 01 April 2026 - 20:25:58 WIB - Dibaca: 36 kali

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly bersama Anggota DPR RI Cek Endra dan Wali Kota Jambi Maulana saat menghadiri kegiatan reses di Bumi Perkemahan Cadika, Telanaipura, Rabu (1/4/2026), yang menjadi ajang penguatan sinergi pusat dan daerah serta penyerapan aspirasi masyarakat.
Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly bersama Anggota DPR RI Cek Endra dan Wali Kota Jambi Maulana saat menghadiri kegiatan reses di Bumi Perkemahan Cadika, Telanaipura, Rabu (1/4/2026), yang menjadi ajang penguatan sinergi pusat dan daerah serta penyerapan aspirasi masyarakat. (Kabarina.com)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Suasana penuh kebersamaan dan semangat kolaborasi terasa kental dalam kegiatan reses yang digelar Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, di Bumi Perkemahan Cadika, Kelurahan Telanaipura, Rabu (1/4/2026). Kegiatan Reses I Tahun 2026 ini tak sekadar menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum strategis memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi XII, Cek Endra, serta Wali Kota Jambi, Maulana. Kehadiran dua tokoh penting ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas level pemerintahan dalam mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Kemas Faried menegaskan bahwa kemajuan pembangunan daerah tidak dapat dicapai secara parsial. Ia menilai, hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif menjadi fondasi utama dalam melahirkan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Sinergi adalah kunci. Tanpa komunikasi yang baik antara DPRD dan pemerintah kota, program yang dirancang tidak akan maksimal dirasakan masyarakat,” ujarnya di hadapan warga.

Ia juga menyoroti Program Kampung Bahagia sebagai contoh nyata keberhasilan kolaborasi tersebut. Program ini dinilai efektif karena berbasis kebutuhan masyarakat yang dihimpun melalui musyawarah langsung di tingkat RT, sehingga pembangunan benar-benar menyentuh persoalan riil warga.

Tak hanya fokus pada aspirasi, kegiatan reses ini juga diisi dengan tausiyah serta penyaluran bantuan sosial berupa 400 paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis.

Sementara itu, Cek Endra memberikan perspektif dari tingkat nasional. Ia menekankan bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah pusat, pembangunan daerah tetap harus menjadi prioritas utama.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Jambi yang dinilai mampu menghadirkan inovasi melalui Program Kampung Bahagia.

“Program seperti ini sangat efektif karena langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Anggaran digunakan tepat sasaran, dan dampaknya nyata,” ungkapnya.

Selain itu, Cek Endra juga menyoroti pentingnya pengembangan jaringan gas (jargas) dan sistem pengelolaan sampah modern sebagai solusi atas tantangan perkotaan yang semakin kompleks. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap isu global terkait pasokan energi, karena pemerintah pusat telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas energi nasional.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Maulana menyampaikan komitmennya untuk terus memperluas Program Kampung Bahagia pada tahun 2026. Ia menyebutkan, sebanyak 1.583 RT akan menjadi sasaran implementasi program tersebut secara bertahap.

“Program ini berbasis partisipasi masyarakat melalui rembuk warga. Jadi pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masing-masing lingkungan,” jelasnya.

Maulana juga memberikan apresiasi kepada DPRD Kota Jambi, khususnya Kemas Faried, atas dukungan anggaran dan fungsi pengawasan yang dinilai konstruktif dalam mempercepat pembangunan daerah.

Menutup kegiatan, Kemas Faried memastikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan tidak akan berhenti sebagai catatan semata. Ia berkomitmen segera berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjuti setiap masukan.

Reses pun ditutup dengan dialog interaktif yang dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari perbaikan infrastruktur lingkungan hingga kebutuhan penerangan jalan. Harapannya, seluruh aspirasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti menjadi solusi nyata oleh pemerintah. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA