JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly (KFA), menggelar kegiatan reses terpusat yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cadika, RT 01, Kelurahan Telanaipura, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menjadi sorotan karena dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Anggota DPR RI Komisi XII Cek Endra, Wali Kota Jambi Maulana, hingga jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Reses tersebut tidak hanya menjadi agenda formal menyerap aspirasi, tetapi juga menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan para pemangku kebijakan. Ratusan warga tampak antusias menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari banjir, infrastruktur, hingga layanan dasar.
Dalam sambutannya, Cek Endra menekankan pentingnya pelaksanaan reses yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar kegiatan reses tidak lagi sekadar menjadi rutinitas tanpa dampak.
“Reses harus berdampak langsung. Tidak boleh hanya seremonial. Setiap anggaran yang digunakan harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa arah kebijakan ke depan harus berorientasi pada politik yang lebih substantif, yakni kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana memaparkan komitmen pemerintah kota dalam mempercepat pembangunan melalui Program Kampung Bahagia. Program ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta per RT dan akan menyasar sebanyak 1.583 RT di Kota Jambi.
Menurutnya, pelaksanaan program tersebut dilakukan secara bertahap dan berbasis pada hasil rembuk warga, sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Program ini berbasis gotong royong dan partisipasi warga. Jadi apa yang dibangun benar-benar menjadi kebutuhan bersama,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan aspirasi secara langsung. Herman, Ketua RT 16 Solok Sipin, mengungkapkan persoalan banjir yang hingga kini masih menjadi masalah serius di wilayahnya.
Ia menjelaskan bahwa banjir kerap terjadi bahkan saat hujan dengan intensitas ringan, khususnya di kawasan belakang rumah dinas wali kota hingga wilayah Cendana. Padahal, menurutnya, dokumen perencanaan seperti RAB serta hibah lahan dari warga sudah tersedia.
“Kalau hujan sedikit saja sudah banjir. Kami berharap ini segera direalisasikan karena semua persyaratan sudah siap,” ungkapnya.
Selain persoalan banjir, warga Aur Kenali juga menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur. Mereka mengapresiasi pembangunan Jembatan Padang Lawas yang telah memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat. Namun, warga berharap pembangunan jalan lanjutan dari jembatan tersebut dapat segera direalisasikan agar akses semakin optimal.
Di sisi lain, isu layanan dasar seperti pengelolaan sampah dan distribusi air PDAM turut menjadi perhatian. Warga berharap adanya peningkatan kualitas layanan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kemas Faried Alfarelly menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh usulan masyarakat hingga terealisasi.
Ia menyebutkan bahwa persoalan banjir di Solok Sipin akan segera dikoordinasikan dengan pemerintah kota mengingat seluruh aspek teknis telah siap.
“Ini tinggal pelaksanaan. RAB sudah ada, lahan juga sudah dihibahkan. Kami akan dorong agar segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Terkait pembangunan lanjutan di kawasan Jembatan Padang Lawas, ia memastikan akan memperjuangkan agar proyek tersebut masuk dalam skala prioritas anggaran berikutnya.
“Kami ingin manfaat jembatan ini benar-benar maksimal dengan dukungan akses jalan yang memadai,” katanya.
Sementara untuk persoalan sampah dan layanan air bersih, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait guna mencari solusi konkret dan cepat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, dalam kegiatan tersebut Kemas Faried juga menyalurkan sebanyak 400 paket sembako kepada warga Telanaipura. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Ia menegaskan bahwa DPRD tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, tetapi juga memastikan setiap kebijakan dan anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan sinergi antara DPRD, pemerintah kota, dan pemerintah pusat berjalan optimal sehingga setiap program tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan reses ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah mampu menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan masyarakat. (Ahmad)
Reses KFA Hadirkan Cek Endra dan Maulana, Sinergi Pusat–Daerah Kian Kuat di Jambi
WFH ASN Tiap Jumat Mulai April 2026, Pemkab Tebo Masih Tunggu Arahan
Halal Bihalal SMPN 25 Tebo Hangat, Kepsek Turun Langsung Siapkan Hidangan
Dilema Fiskal Jambi: Belanja Pegawai Membengkak, Kepentingan Rakyat Terpinggirkan
Reses di Telanaipura, KFA Serap Aspirasi Warga dan Salurkan 400 Paket Sembako
Cek Endra Apresiasi Program Kampung Bahagia, Dorong Penguatan Peran RT di Tengah Efisiensi Anggaran
Ekonomi Merangin Diklaim Lampaui Nasional, Wabup Soroti Rilis Kominfo Tanpa Sumber