DPRD Jambi Dukung PSEL, Peluang Besar Tarik Investasi dan Atasi Sampah

Kamis, 09 April 2026 - 19:08:12 WIB - Dibaca: 917 kali

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly dukung program PSEL di Kota Jambi.
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly dukung program PSEL di Kota Jambi. (Rahim)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Dukungan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Kota Jambi terus menguat. Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menilai proyek strategis ini bukan hanya menjadi solusi konkret dalam penanganan sampah, tetapi juga berpotensi besar mendorong masuknya investasi ke daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Kemas Faried saat menghadiri rapat koordinasi sekaligus peninjauan lapangan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah percepatan pembangunan PSEL yang masuk dalam program nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Menurutnya, inisiatif yang telah dilakukan Pemerintah Kota Jambi patut diapresiasi. Ia menilai, di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, konsep pengelolaan sampah berbasis energi sudah berada di jalur yang tepat.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung langkah ini. Pengelolaan sampah harus menjadi prioritas, dan PSEL adalah solusi jangka panjang. Selain itu, peluang investasi yang terbuka dari proyek ini sangat besar bagi Kota Jambi,” ujar Kemas Faried.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula sejumlah perwakilan pemerintah pusat, di antaranya dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pihak PLN dan lembaga pembiayaan. Kehadiran lintas kementerian ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan proyek PSEL di daerah.

Dari jajaran pemerintah daerah, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha turut hadir bersama sejumlah kepala OPD terkait yang terlibat langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, dr Maulana, menjelaskan bahwa berbagai persiapan pembangunan PSEL telah dilakukan secara bertahap. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah kesiapan lahan di kawasan TPA Talang Gulo.

“Kami sudah menyiapkan lahan sekitar 21 hektare, dengan kebutuhan pembangunan PSEL sekitar 5 hektare. Secara lokasi, kita sudah sangat siap,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui masih ada tantangan yang perlu segera diatasi, yakni ketersediaan pasokan sampah sebagai bahan baku utama PSEL. Untuk dapat beroperasi optimal, fasilitas ini membutuhkan sekitar 1.000 ton sampah per hari. Sementara itu, produksi sampah Kota Jambi saat ini baru mencapai kisaran 450 ton per hari.

“Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius. Karena itu, kami sedang menjajaki kerja sama dengan daerah sekitar untuk memenuhi kebutuhan pasokan sampah,” tambah Maulana.

Adapun daerah yang direncanakan akan diajak berkolaborasi antara lain Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, hingga Tanjung Jabung Timur. Sinergi antarwilayah ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah regional yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, Kota Jambi telah ditetapkan sebagai salah satu dari 33 lokasi prioritas nasional dalam pengembangan PSEL. Bahkan, kota ini masuk dalam 10 daerah pertama yang direncanakan akan diluncurkan langsung oleh Presiden.

Dengan dukungan penuh dari DPRD, pemerintah pusat, serta kolaborasi lintas daerah, proyek PSEL di Kota Jambi diharapkan mampu menjadi solusi komprehensif terhadap persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan perkotaan. Di sisi lain, proyek ini juga membuka peluang besar dalam pengembangan energi baru terbarukan sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di daerah. (Rhm)





BERITA BERIKUTNYA