UIN STS Jambi Perkuat Pengendalian Internal Lewat Rapat Koordinasi SPIP Terintegrasi

Rabu, 15 April 2026 - 12:39:22 WIB - Dibaca: 125 kali

Peserta rapat koordinasi SPIP Terintegrasi UIN STS Jambi di Gedung Rektorat.
Peserta rapat koordinasi SPIP Terintegrasi UIN STS Jambi di Gedung Rektorat. (Syafitri Handayani)

JAMBIPRIMA, JAMBI – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar Rapat Koordinasi Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi, Rabu (15/4/2026). Kegiatan berlangsung di lantai 6 Gedung Rektorat dan diikuti jajaran pimpinan serta unsur terkait di lingkungan kampus.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola dan pengendalian risiko di setiap unit kerja di lingkungan UIN STS Jambi.

Rapat dipimpin oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian (AUPKK), Dr. H. Muhammad Abdu, S.Pd., M.M., yang juga menjabat sebagai Ketua Tim SPIP. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kehati-hatian dan analisis dalam setiap pelaksanaan tugas di masing-masing unit.

“Setiap pekerjaan perlu dianalisis dengan baik agar tidak terjadi kesalahan. Seluruh aktivitas juga memiliki potensi risiko yang harus diidentifikasi sejak awal,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur pimpinan kampus, di antaranya Kepala Biro AAKK, Ketua Tim Organisasi dan Kepegawaian, para ketua lembaga, Tim Perencanaan dan Keuangan, kepala bagian, kepala UPT, hingga jajaran Satuan Pengawasan Internal (SPI) beserta koordinator pusat.

Dalam kesempatan yang sama, Asesor Sumber Daya Manusia Ahli Muda, Fakhrul Razy, S.Psi., dari Tim Organisasi dan Kepegawaian, memaparkan rencana aksi tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi Maturitas SPIP Terintegrasi Kementerian Agama tahun 2025. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan capaian Maturitas SPIP, Manajemen Risiko Indeks (MRI), serta Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK).

Sementara itu, Kepala SPI UIN STS Jambi, Dr. Novi Mubyarto, S.E., M.E., menegaskan bahwa penilaian SPIP dilakukan secara mandiri oleh masing-masing unit kerja. Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena setiap unit paling memahami potensi risiko yang dihadapi.

“Penilaian dilakukan oleh unit kerja masing-masing karena mereka yang paling mengetahui titik-titik risiko. Dari situ kemudian dilakukan identifikasi dan pemetaan secara lebih terukur,” jelasnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh unit kerja di lingkungan UIN STS Jambi dapat semakin memperkuat sistem pengendalian internal serta mewujudkan tata kelola organisasi yang lebih transparan, akuntabel, dan terukur. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA