JAMBIPRIMA.COM, JAMBI — Universitas Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan realitas lapangan. Sebanyak 66 mahasiswa resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kamis (23/04/2026), di Lapangan BAK UNJA Mendalo.
Pelepasan ini menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk menjalani proses pembelajaran langsung di tengah masyarakat selama kurang lebih dua bulan. Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Pusat Pelayanan KKN, Ridhwan, para dosen pendamping lapangan (DPL), serta jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Dalam sambutannya, Ridhwan menegaskan bahwa KKN bukan sekadar program rutin, melainkan bagian dari sistem pembelajaran yang dirancang untuk membawa mahasiswa keluar dari ruang kelas.
“Kegiatan ini adalah bentuk kuliah di luar kampus. Selama dua bulan ke depan, mahasiswa tetap dalam suasana perkuliahan, namun dilaksanakan di lapangan. Tentu ini akan sangat berbeda dengan perkuliahan di dalam kelas,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi, beradaptasi, dan berkomunikasi dengan masyarakat.
“Selama dua bulan ke depan, jadilah pribadi yang baik, ramah, dan mampu membawa nama baik almamater di tengah masyarakat,” tambahnya.
Program KKN MBKM kali ini diikuti oleh 58 mahasiswa Program Studi Manajemen Pemerintahan dan 8 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mereka akan ditempatkan di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, tersebar di enam desa lokasi pengabdian.
Di lapangan, mahasiswa tidak hanya menjalankan program umum, tetapi juga didorong menghadirkan kontribusi nyata. Salah satu fokus utama adalah penguatan Koperasi Merah Putih melalui sinergi dengan pemerintah desa setempat—sebuah langkah yang diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi desa.
Sebelum diterjunkan, seluruh peserta telah dibekali pelatihan intensif selama dua pekan pada Maret lalu. Pembekalan ini mencakup kesiapan teknis, sosial, hingga strategi pelaksanaan program di lapangan.
Menurut Ridhwan, KKN MBKM merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara UNJA dan Pemerintah Kabupaten Batanghari, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar mahasiswa dapat belajar langsung di tengah masyarakat, serta mampu mengaplikasikan ilmu yang dimiliki untuk membantu pembangunan desa menjadi lebih maju, mandiri, dan berdaya saing,” jelasnya.
Lebih dari sekadar agenda akademik, program ini juga menjadi ruang pembentukan karakter. Mahasiswa dituntut tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, tanggung jawab, serta kemampuan menghadapi dinamika masyarakat.
Melalui KKN MBKM, UNJA berharap lahir generasi muda yang tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata pembangunan daerah. (Rhm)
8 Cakades Betung Bedarah Timur Ikuti Tes Tambahan, Disaring Jadi 5 Kandidat
DPRD Tebo Minta Indomaret dan Alfamart Dibatasi: UMKM Jangan Sampai Mati Pelan-Pelan!
Aa Gym Ajak Umat Latih Sabar dan Kendalikan Diri di Tengah Kehidupan Modern
Empat Polisi Dipecat, Polda Jambi Tegaskan Tak Ada Ampun bagi Pelanggar Etik
Kolaborasi Akademik Berbasis Data, UIN STS Jambi dan BMKG Bangun Sinergi Riset Ilmiah
UM Jambi Dorong Transformasi Pendidikan Al-Qur’an di Surau Wang Ulu Malaysia