Harga Emas Antam Naik ke Rp2,82 Juta per Gram, Tren Fluktuatif Masih Membayangi

Sabtu, 25 April 2026 - 10:37:40 WIB - Dibaca: 137 kali

Karyawan memperlihatkan logam mulia Antam di Jakarta,
Karyawan memperlihatkan logam mulia Antam di Jakarta, (Bisnis.com)

JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Sabtu, 25 April 2026. Kenaikan ini terjadi setelah beberapa hari sebelumnya harga sempat tertahan di level yang lebih rendah.

Berdasarkan data pasar, harga emas Antam tercatat naik menjadi sekitar Rp2,82 juta per gram. Kenaikan ini melanjutkan tren rebound setelah sebelumnya berada di kisaran Rp2,805 juta per gram. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa pasar emas domestik masih berada dalam fase fluktuatif.

Dilansir dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.825.000 per gram, yang menunjukkan adanya kenaikan dibanding hari sebelumnya.

Tren Naik di Tengah Ketidakpastian Global

Kenaikan harga emas tidak terjadi secara tiba-tiba. Dalam beberapa hari terakhir, harga emas sempat mengalami tekanan sebelum akhirnya kembali menguat. Pada 24 April 2026, harga emas masih berada di level Rp2,805 juta per gram.

Pergerakan naik ini juga tidak lepas dari pengaruh harga emas dunia serta kondisi ekonomi global. Emas yang dikenal sebagai aset safe haven cenderung menguat ketika ketidakpastian meningkat.

Selain itu, faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menjadi penentu penting. Ketika rupiah melemah, harga emas dalam negeri cenderung naik karena mengikuti harga global yang dihitung dalam dolar.

Buyback Ikut Menguat, Sinyal Permintaan Tetap Tinggi

Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga mengalami kenaikan. Data terbaru menunjukkan buyback berada di kisaran Rp2,636 juta per gram.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap emas masih relatif kuat, baik dari sisi investor maupun masyarakat yang menjadikannya sebagai instrumen lindung nilai.

Fase Konsolidasi, Investor Cenderung Menunggu

Meski mengalami kenaikan, pasar emas belum sepenuhnya stabil. Pergerakan harga masih berada dalam pola naik-turun dalam jangka pendek.

Sejumlah analis menilai kondisi ini sebagai fase konsolidasi, di mana investor cenderung menahan aksi sambil menunggu arah kebijakan global, terutama terkait suku bunga dan inflasi.

Dalam sepekan terakhir, harga emas bahkan sempat mengalami koreksi sebelum kembali stabil di level tinggi. Hal ini menunjukkan pasar masih sensitif terhadap perubahan sentimen global.

Peluang atau Risiko?

Bagi investor, kenaikan harga emas saat ini bisa menjadi dua sisi. Di satu sisi, tren naik membuka peluang keuntungan. Namun di sisi lain, volatilitas yang masih tinggi membuat keputusan investasi harus dilakukan secara hati-hati.

Emas tetap menjadi salah satu instrumen yang diminati karena dianggap mampu menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, timing pembelian tetap menjadi faktor krusial.

Kenaikan harga emas Antam ke level Rp2,82 juta per gram menjadi sinyal bahwa pasar mulai pulih setelah tekanan sebelumnya. Namun, dengan kondisi global yang belum stabil, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan fluktuatif dalam waktu dekat.

Investor pun dituntut untuk lebih cermat membaca arah pasar sebelum mengambil keputusan. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA