JAMBIPRIMA.COM, BUNGO — Pendidikan berbasis religiusitas kembali menunjukkan relevansinya dalam membentuk karakter sekaligus kompetensi siswa. Hal ini tercermin dari capaian Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Bungo dalam ajang Kemah Galang Berkat IX Tahun 2026 yang digelar di SMKN 11 Bungo.
Tidak sekadar kompetisi, ajang ini menjadi ruang pembuktian bahwa pendidikan keagamaan yang diterapkan secara konsisten di madrasah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga terampil dalam praktik ibadah.
Salah satu sorotan utama datang dari cabang lomba Shalat Jenazah. Tim MTsN 4 Bungo tampil menonjol dengan penampilan yang khidmat dan terstruktur. Di tengah ketatnya persaingan antar kontingen, mereka mampu memperagakan tata cara shalat jenazah secara runtut—mulai dari niat, posisi berdiri, hingga pelafalan bacaan dengan tajwid yang tepat.
Lomba yang digelar di area khusus tersebut memang dirancang untuk menguji kemampuan praktik ibadah peserta secara komprehensif. Dalam konteks pendidikan, ini menjadi indikator penting bahwa pembelajaran fiqih tidak berhenti pada aspek kognitif, melainkan menyentuh ranah psikomotorik dan afektif.
Ketua kontingen MTsN 4 Bungo menegaskan bahwa pendekatan tersebut sudah menjadi bagian dari sistem pembinaan di madrasah. Ia menyampaikan,
"Lomba Shalat Jenazah bukan sekadar mengejar poin, tetapi merupakan implementasi dari ilmu fardu kifayah yang kami pelajari di madrasah. Kami menekankan kepada anak-anak agar tampil maksimal, bukan hanya untuk juri, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian ibadah."
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa orientasi pendidikan di madrasah tidak semata pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan kesadaran spiritual.
Tim penilai memberikan apresiasi terhadap beberapa aspek kunci yang ditunjukkan oleh siswa MTsN 4 Bungo. Kekompakan saf, ketenangan dalam memimpin makmum, serta kefasihan dalam melafalkan doa menjadi indikator kuat keberhasilan mereka.
Dalam sistem penilaian, aspek yang dinilai meliputi kesesuaian rukun, kefasihan bacaan, serta adab selama prosesi berlangsung. Seluruh komponen ini bukan hanya soal teknis, tetapi mencerminkan internalisasi nilai-nilai religius yang diajarkan secara berkelanjutan.
Keunggulan lain yang terlihat adalah ketepatan tajwid, kedisiplinan gerakan, serta sikap santun selama lomba. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa pembinaan karakter di madrasah berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi ibadah.
Prestasi di cabang Shalat Jenazah ini menjadi salah satu faktor penting dalam upaya MTsN 4 Bungo meraih posisi Juara Umum di KGB IX. Namun lebih dari itu, capaian ini memperlihatkan keberhasilan model pendidikan madrasah dalam menjembatani teori dan praktik.
Dalam perspektif pendidikan, ajang seperti KGB IX berfungsi sebagai laboratorium sosial bagi siswa. Mereka tidak hanya diuji kemampuan akademiknya, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, dan sosial dalam menghadapi situasi nyata.
Keikutsertaan dalam kompetisi berbasis praktik ibadah juga memperkuat konsep experiential learning, di mana siswa belajar melalui pengalaman langsung. Hal ini menjadi penting dalam membentuk pemahaman yang lebih mendalam dan berkelanjutan.
Keberhasilan ini semakin mempertegas posisi MTsN 4 Bungo sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen pada pembinaan karakter religius. Tidak hanya unggul dalam aspek akademik, madrasah juga mampu melahirkan siswa yang memiliki keterampilan ibadah yang aplikatif.
Ajang seperti Kemah Galang Berkat IX menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan tetap relevan di tengah dinamika pendidikan modern. Bahkan, pendekatan ini justru memberikan keunggulan tersendiri dalam membentuk generasi yang berintegritas dan berkarakter.
Ke depan, model pembinaan seperti yang diterapkan MTsN 4 Bungo dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan lain, khususnya dalam mengintegrasikan nilai religius dengan praktik nyata. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. (Sab)
Musdus Bangun Harjo Sahkan RKP Dusun 2027, Warga Bahas Prioritas Pembangunan
27 Rumah di Alkautsar Residence 4 Bungo Dihuni Tanpa Sambungan Listrik
Antisipasi ISPA akibat Kabut Asap, Dinkes Bungo Distribusikan Masker
Isu Konser Repvblik dan Pesta Rakyat Bungo Batal Beredar, Pemkab: Hoaks!
Warga Resah! PETI Diduga Beroperasi Dekat Jalan Aspal di Bungo
Hampir Dua Tahun, Gedung Koperasi Merah Putih di Bungo Tak Kunjung Rampung
KKN MBKM UNJA Resmi Dimulai, Mahasiswa Turun ke Desa Asah Ilmu dan Kepedulian Sosial