JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM menegaskan komitmen organisasinya dalam mengawal Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai indikator utama kesejahteraan petani, khususnya di wilayah pedesaan. Pernyataan ini disampaikan menyikapi fluktuasi harga komoditas pertanian yang berdampak langsung terhadap daya beli petani.
Menurut Sutan Adil Hendra, NTP bukan sekadar data statistik, melainkan gambaran nyata kondisi ekonomi petani di lapangan. Ia menyebut, kenaikan NTP menunjukkan peningkatan kesejahteraan, sementara penurunan menjadi sinyal serius yang harus segera direspons oleh pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Jika NTP meningkat, berarti petani kita lebih sejahtera. Sebaliknya, jika menurun, ini menjadi alarm serius bagi semua pihak,” ujarnya di Jakarta, Minggu (26/4).
Ia menambahkan, HKTI Jambi siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga hasil pertanian sekaligus menekan biaya produksi yang kerap menjadi beban petani desa. Upaya yang akan dilakukan antara lain memperkuat kelembagaan petani, mempermudah akses pupuk subsidi, serta meningkatkan efisiensi distribusi hasil panen dari desa ke pasar.
Sutan juga menyoroti struktur ekonomi Jambi yang masih didominasi sektor pertanian dan perkebunan. Kondisi ini membuat peran petani desa sangat vital dalam menopang perekonomian daerah. Karena itu, ia menilai kebijakan yang berpihak pada petani harus terus diperkuat agar tidak terjadi ketimpangan antara harga jual komoditas dan biaya produksi.
“HKTI akan turun langsung ke lapangan, memastikan petani tidak dirugikan oleh mekanisme pasar yang tidak adil. Kita ingin petani Jambi punya posisi tawar yang kuat,” tegasnya.
Selain itu, HKTI Jambi juga mendorong sinergi lintas sektor, termasuk dengan perbankan dan lembaga keuangan, guna memperluas akses pembiayaan bagi petani desa. Dukungan modal dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan NTP.
Di tengah tantangan global seperti inflasi pangan dan perubahan iklim, HKTI Jambi optimistis kesejahteraan petani dapat terus ditingkatkan melalui pengawalan kebijakan yang konsisten dan tepat sasaran.
“Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal keadilan sosial. Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan, sudah seharusnya mereka mendapatkan perhatian lebih,” tutupnya. (Sab)
Satgas TMMD ke-128 Kodim 0420/Sarko Genjot Pemasangan Gorong-Gorong di Desa Sasaran
Krisis Sampah di Jaluko: Dari TPS Ilegal hingga Keterbatasan Sistem Desa
TMMD ke-128 di Pauh Hadirkan Layanan Adminduk Gratis, Warga Seko Besar Antusias Urus Dokumen
8 Cakades Betung Bedarah Timur Ikuti Tes Tambahan, Disaring Jadi 5 Kandidat
Bupati Syukur Tinjau Desa Titian Teras, Akui Keterbatasan Anggaran Infrastruktur
Warga Pesisir Muara Seberang Andalkan GPM untuk Tekan Beban Pangan di Tengah Kenaikan Harga
Pelantikan HKTI Jambi: Harapan Baru dari Desa untuk Ketahanan Pangan