Batang Masumai Siaga 1, Warga Salam Buku Resah Bunyi “Mesin Bencana” Tiap Malam

Selasa, 28 April 2026 - 13:28:56 WIB - Dibaca: 150 kali

Sungai Batang Masumai, Kabupaten Merangin.
Sungai Batang Masumai, Kabupaten Merangin. (Kholil)

JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Sejumlah wilayah di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, tengah dilanda bencana banjir akibat meluapnya debit air sungai dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat warga di sepanjang aliran Sungai Batang Masumai meningkatkan kewaspadaan, bahkan menetapkan status Siaga 1.

Berdasarkan laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merangin yang dihimpun dari berbagai sumber media online, sedikitnya 15 unit rumah warga dilaporkan hanyut akibat terjangan banjir. Selain itu, satu unit rumah di Desa Selango juga ikut terbawa arus deras yang terjadi secara tiba-tiba.

Salah satu warga Batang Masumai, Ariel, mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar lebih waspada terhadap potensi banjir susulan. Ia menyebutkan bahwa kondisi air sungai hingga saat ini masih terus mengalami kenaikan.

“Kami menginformasikan kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di pinggiran Sungai Batang Masumai, bahwa saat ini kondisi sudah Siaga 1. Air masih terus naik, jadi diharapkan tetap siaga dan berhati-hati,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi berbeda justru disampaikan warga Dusun Salam Buku. Seorang warga bernama Anggi mengungkapkan keresahan mereka terhadap suara bising yang disebut sebagai “mesin pemanggil bencana” yang kerap terdengar setiap malam.

Menurutnya, suara tersebut sudah menjadi hal yang biasa di dusun mereka, namun tetap menimbulkan ketakutan tersendiri di tengah situasi banjir yang melanda.

“Di dusun kami Salam Buku ini seperti sudah tidak terlalu peduli lagi dengan kondisi bencana. Setiap malam selalu ada bunyi mesin, seperti mobil atau alat tertentu yang berbunyi keras, itu yang kami sebut mesin pemanggil bencana,” ungkap Anggi.

Ia menambahkan, fenomena suara tersebut justru memperparah kecemasan warga, terutama saat malam hari ketika debit air sungai meningkat dan kondisi lingkungan menjadi lebih mencekam.

Selain itu, warga juga mempertanyakan peran aparat penegak hukum setempat, khususnya Polres Merangin. Pasalnya, lokasi Dusun Salam Buku disebut hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kota dan berada tidak jauh dari belakang Mapolres Merangin.

Warga berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun aparat keamanan, untuk memastikan keselamatan masyarakat serta menindaklanjuti keluhan yang berkembang di tengah situasi darurat bencana ini.

Hingga saat ini, kondisi di sejumlah titik rawan banjir di Merangin masih terus dipantau. Masyarakat diimbau untuk tetap siaga, mengikuti arahan petugas, serta segera mengungsi apabila kondisi air semakin membahayakan. (Lil)

 

 

#jambiprima.com #merangin #banjir





BERITA BERIKUTNYA