JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap perekonomian daerah, khususnya lonjakan harga bahan pokok. Menyikapi situasi tersebut, Kota Jambi bergerak cepat dengan menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi.
Pemerintah Kota Jambi menilai, kenaikan harga BBM memiliki efek berantai yang cukup signifikan, terutama terhadap biaya distribusi barang. Peningkatan ongkos angkut ini berpotensi mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran, mulai dari bahan pangan hingga kebutuhan harian lainnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Jambi memperketat pengawasan terhadap distribusi barang serta memantau secara intensif pergerakan harga di sejumlah pasar tradisional dan pusat perdagangan. Komoditas strategis seperti cabai, beras, minyak goreng, serta bahan pangan lainnya menjadi fokus utama pemantauan.
Langkah ini juga diperkuat melalui koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah, guna memastikan pasokan tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi lonjakan yang dapat memberatkan masyarakat.
“Yang paling penting, kenaikan bahan pokok bisa kita minimalisir dari dampak kenaikan BBM agar inflasi tetap stabil,” ujarnya.
Menurutnya, menjaga inflasi tetap terkendali merupakan langkah penting untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis. Jika tidak diantisipasi dengan baik, lonjakan harga bahan pokok dikhawatirkan dapat memicu tekanan ekonomi yang lebih luas.
Selain pengawasan dan koordinasi, Pemkot Jambi juga telah menyiapkan langkah intervensi apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan di pasaran. Intervensi tersebut dapat berupa operasi pasar, distribusi bahan pangan bersubsidi, hingga kerja sama dengan distributor untuk menjaga kestabilan harga.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek sekaligus langkah preventif pemerintah daerah dalam meredam gejolak ekonomi akibat kenaikan harga BBM. Pemkot Jambi juga mengajak pelaku usaha dan distributor untuk tidak mengambil keuntungan berlebih di tengah situasi ini, serta tetap menjaga kestabilan harga demi kepentingan bersama.
Dengan berbagai langkah tersebut, Kota Jambi optimistis dapat menjaga inflasi tetap terkendali, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar. Pemerintah berharap sinergi antara semua pihak dapat memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah tekanan kenaikan harga BBM. (Ahmad)
Persit di Persimpangan Zaman: Makna HUT ke-80 dan Tantangan Baru Istri Prajurit di Era Digital
Mahasiswi Asal Jambi Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Jenazah Disambut Tangis Keluarga
Ombudsman Nilai Pelaksanaan UTBK SNBT di Universitas Jambi Berjalan Lancar
Demo PMII Minta Kadisdik Mundur, Muncul Dugaan Sarat Kepentingan Pribadi
UNJA Gelar Donor Darah Sukarela Angkatan XXIV, Siapkan Inovasi Data Pendonor Digital
Korban Tewas Kecelakaan KRL–KRD, Satu Warga Jambi Teridentifikasi
Investasi Kota Jambi Melonjak 25%, Awal 2026 Tembus Rp399 Miliar