Polisi, Damkar, dan Warga Bersatu Padamkan Kebakaran di Pulo Aro

Rabu, 29 April 2026 - 13:26:24 WIB - Dibaca: 217 kali

Keterangan Foto:
Personel Polsek Tabir Ulu bersama petugas Damkar dan warga Desa Pulo Aro berjibaku memadamkan api secara manual menggunakan ember akibat kendala teknis pada armada pemadam kebakaran.
Keterangan Foto: Personel Polsek Tabir Ulu bersama petugas Damkar dan warga Desa Pulo Aro berjibaku memadamkan api secara manual menggunakan ember akibat kendala teknis pada armada pemadam kebakaran. (Lil)

JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Kebakaran yang melanda sebagian rumah warga di Desa Pulo Aro, Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin, memunculkan potret nyata sinergi tanpa batas antara aparat kepolisian, pemadam kebakaran (Damkar), dan masyarakat setempat. Dalam situasi darurat yang penuh tekanan, kolaborasi lintas unsur ini menjadi kunci utama dalam mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui setelah adanya laporan warga yang melihat kobaran api mulai membesar di salah satu rumah. Kepanikan sempat terjadi, mengingat kondisi bangunan yang berdekatan berpotensi mempercepat perambatan api. Warga pun segera berupaya melakukan pemadaman awal dengan alat seadanya sambil menunggu bantuan datang.
Namun, respons awal dari pos Damkar Kecamatan Tabir Ulu sempat terkendala. Saat itu, tidak tersedia personel yang memiliki kemampuan mengemudikan armada mobil pemadam kebakaran untuk segera menuju lokasi kejadian. Situasi ini tentu menjadi krusial, mengingat setiap menit sangat berharga dalam penanganan kebakaran.
Melihat kondisi tersebut, Kapolsek Tabir Ulu, Iptu Supranata SH MH, langsung mengambil langkah cepat dan terukur. Ia memerintahkan anggotanya yang memiliki keahlian mengemudi untuk segera mengoperasikan mobil damkar dan membawa kendaraan tersebut ke lokasi kebakaran.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), tantangan lain kembali muncul. Armada damkar mengalami gangguan teknis pada sistem penyaluran air melalui selang, sehingga proses pemadaman tidak dapat berjalan optimal. Meski dihadapkan pada kendala tersebut, semangat gotong royong tidak surut.
Kapolsek bersama anggota Polsek, petugas Damkar, dan warga setempat langsung berinisiatif mencari solusi alternatif. Mereka memanfaatkan air dari tangki mobil damkar dengan cara manual. Ember dan peralatan sederhana digunakan untuk menampung air, lalu didistribusikan secara estafet dari satu orang ke orang lainnya.
Pemandangan solidaritas pun terlihat jelas di lokasi. Polisi, petugas Damkar, dan warga berdiri berjejer, saling bahu-membahu menyiramkan air ke titik api. Upaya bersama ini dilakukan tanpa mengenal lelah demi mencegah kobaran api merembet ke rumah-rumah lain di sekitarnya.
“Yang utama adalah keselamatan warga dan bagaimana api tidak meluas. Dalam kondisi darurat, koordinasi dan aksi cepat jauh lebih penting dari sekadar tupoksi masing-masing. Kami bergerak sebagai satu tim,” ujar Kapolsek Iptu Supranata di sela-sela proses pemadaman.
Upaya keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kobaran api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke area permukiman lainnya. Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran tambahan dari Kota Bangko tiba di lokasi dan membantu proses pendinginan hingga api benar-benar padam.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Meski demikian, sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat kebakaran. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan terkait kerugian materiil serta menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Aksi sigap yang ditunjukkan oleh jajaran Polsek Tabir Ulu ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Kehadiran polisi di tengah kondisi darurat dinilai tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelindung dan pelayan masyarakat yang siap turun langsung membantu warga.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa kekompakan dan sinergi antara aparat dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menghadapi bencana. Di tengah keterbatasan dan kendala teknis, semangat kebersamaan mampu menghadirkan solusi dan mencegah dampak yang lebih besar.





BERITA BERIKUTNYA