Ustadz Abdul Somad: Keikhlasan Membuat Seseorang Tak Bergantung pada Penilaian Manusia

Sabtu, 02 Mei 2026 - 10:42:34 WIB - Dibaca: 90 kali

Tangkapan layar YouTube Ustadz Abdul Somad saat menyampaikan ceramah “Orang Iklas Tidak Peduli Dengan Penilaian Manusia”.
Tangkapan layar YouTube Ustadz Abdul Somad saat menyampaikan ceramah “Orang Iklas Tidak Peduli Dengan Penilaian Manusia”. (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI — Ustadz Abdul Somad kembali menyampaikan pesan keislaman yang menyejukkan tentang pentingnya keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan melalui video ceramah di kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official dengan judul “Orang Iklas Tidak Peduli Dengan Penilaian Manusia”.

Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa keikhlasan merupakan fondasi utama dalam setiap amal perbuatan seorang Muslim. Ikhlas, menurutnya, bukan berarti tidak peduli terhadap orang lain, melainkan tidak menjadikan penilaian manusia sebagai tujuan utama dalam berbuat kebaikan.

Ia menegaskan bahwa banyak orang terjebak dalam keinginan untuk mendapatkan pengakuan, pujian, atau perhatian dari sesama manusia. Hal ini, jika tidak disadari, dapat merusak nilai amal yang dilakukan. Sebab, amal yang seharusnya ditujukan untuk Allah justru bergeser menjadi sarana untuk mendapatkan penilaian manusia.

“Kalau berbuat karena manusia, maka saat dipuji ia akan semangat, dan ketika dicela ia akan berhenti. Tapi jika karena Allah, dipuji atau tidak, dia tetap istiqamah,” ungkapnya dalam ceramah tersebut.

Lebih lanjut, ia mengingatkan tentang bahaya riya atau pamer amal. Riya termasuk penyakit hati yang sering kali tidak disadari, namun dampaknya sangat besar karena dapat menghapus pahala. Ia mencontohkan bahwa seseorang bisa saja terlihat rajin beribadah atau gemar bersedekah, tetapi jika niatnya bukan karena Allah, maka nilai amal tersebut menjadi sia-sia.

Selain itu, Abdul Somad juga menyoroti bahwa penilaian manusia bersifat tidak tetap dan mudah berubah. Seseorang bisa dipuji hari ini, namun dicela di kemudian hari. Oleh karena itu, menjadikan manusia sebagai tolok ukur dalam berbuat hanya akan membuat seseorang mudah goyah.

Dalam penjelasannya, ia juga mengajak umat Islam untuk memahami bahwa keikhlasan adalah proses yang harus terus dilatih. Tidak ada manusia yang langsung sempurna dalam hal ikhlas, namun setiap orang dapat berusaha memperbaiki niat melalui introspeksi diri, memperbanyak ibadah, serta mengingat tujuan hidup yang sebenarnya.

Ia menambahkan bahwa orang yang ikhlas akan memiliki ketenangan hati karena tidak terbebani oleh penilaian orang lain. Mereka tetap berbuat baik, membantu sesama, dan menjalankan ibadah dengan konsisten tanpa bergantung pada pujian ataupun takut terhadap celaan.

Melalui ceramah tersebut, Abdul Somad mengajak masyarakat untuk membangun keikhlasan dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam ibadah maupun dalam aktivitas sosial. Dengan keikhlasan, seseorang tidak hanya mendapatkan ketenangan batin, tetapi juga keberkahan dalam setiap amal yang dilakukan.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan yang penuh dengan penilaian sosial, keikhlasan adalah kunci untuk tetap teguh dalam kebaikan dan tidak mudah terpengaruh oleh pandangan manusia. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA