Haflatut Tasyakur Angkatan VI Ponpes Al Mansuriyah Penuh Haru, Santri Dilepas Jadi Generasi Qur’ani

Minggu, 03 Mei 2026 - 11:17:43 WIB - Dibaca: 74 kali

Suasana Haflatut Tasyakur Angkatan VI Pondok Pesantren Tahfiz Al Mansuriyah di Kabupaten Tebo.
Suasana Haflatut Tasyakur Angkatan VI Pondok Pesantren Tahfiz Al Mansuriyah di Kabupaten Tebo. (Rahim)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Pondok Pesantren Tahfiz Al Mansuriyah menggelar Haflatut Tasyakur Angkatan VI Tahun Pelajaran 2025/2026, Minggu (03/05/2026). Prosesi pelepasan santri berlangsung khidmat dan sarat suasana haru.

Kegiatan yang mengangkat tema “Generasi Qur’ani: Satukan Langkah Menggapai Cita-Cita” ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan para santri, sekaligus awal perjalanan mereka untuk mengabdi di tengah masyarakat.

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Al Mansuriyah, Ustadz Khairul Azhar, S.Pd., M.Pd menegaskan bahwa haflatut tasyakur bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum penting untuk menanamkan tanggung jawab moral kepada para lulusan.

“Anak-anak kami hari ini dilepas bukan hanya membawa ijazah, tetapi membawa amanah sebagai generasi Qur’ani. Jadilah pribadi yang berakhlak mulia, menjaga hafalan Al-Qur’an, serta terus menuntut ilmu di mana pun berada,” ujarnya.

Ia menyebut, pesantren akan terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keagamaan.

“Kami berharap para alumni mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, menjaga nama baik pesantren, serta terus berkontribusi bagi agama, bangsa, dan daerah,” tambahnya.

Dalam rangkaian acara, tausiyah disampaikan oleh Al Habib Abdullah Alhabsyi yang mengingatkan para santri agar senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan hidup.

“Siapa yang dekat dengan Al-Qur’an, maka hidupnya akan dimuliakan Allah SWT. Jangan pernah tinggalkan Al-Qur’an, karena di sanalah sumber keberkahan, ilmu, dan ketenangan,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya adab dalam meraih kesuksesan, khususnya kepada orang tua dan guru.

“Kesuksesan tidak hanya diukur dari jabatan dan harta, tetapi seberapa besar bakti kita kepada orang tua, hormat kepada guru, dan manfaat kita bagi sesama,” tuturnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh keluarga santri, majelis guru, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. Momen pelepasan santri Angkatan VI pun berlangsung penuh kebanggaan dan keharuan. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA