Pekan Budaya Sarolangun Jadi Benteng Pelestarian Tradisi di Tengah Modernisasi

Senin, 04 Mei 2026 - 11:23:59 WIB - Dibaca: 57 kali

Hj. Hesnidar Haris berfoto bersama  usai menghadiri penutupan Pekan Budaya Kabupaten Sarolangun di TMMJ, Sabtu malam (2/5/2026).
Hj. Hesnidar Haris berfoto bersama usai menghadiri penutupan Pekan Budaya Kabupaten Sarolangun di TMMJ, Sabtu malam (2/5/2026). (Diskominfo Provinsi Jambi)

JAMBIPRIMA.COM, SAROLANGUN - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Pekan Budaya yang diinisiasi oleh Kabupaten Sarolangun dalam rangkaian kegiatan di TMMJ, Sabtu malam (2/5/2026). Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga eksistensi nilai-nilai luhur daerah di tengah derasnya arus modernisasi.

Dalam sambutannya, Hesnidar menekankan pentingnya pelestarian tradisi agar generasi mendatang tetap mengenali jati diri bangsa. Menurutnya, budaya lokal merupakan warisan berharga yang harus dijaga agar “tak lapuk di hujan, tak lekang di panas.”

“Kita perlu melaksanakan kegiatan seperti ini agar generasi setelah kita paham dan tahu berbagai macam budaya serta tradisi daerah. Saya berharap budaya nenek moyang yang mungkin mulai tergerus zaman dan terancam punah dapat kita gali serta lestarikan kembali,” ujarnya di sela-sela penutupan acara.

Ia juga menyoroti keunikan komunikasi tradisional seperti seni berpantun. Menurutnya, penyampaian pesan melalui pantun lebih efektif dan menarik bagi generasi muda dibandingkan pidato formal yang panjang. Nilai seni dalam pantun dinilai mampu merangkum pesan mendalam dengan cara yang lebih berkesan.

“Budaya adalah alat pemersatu. Contohnya pantun, meski sudah lama, orang tetap penasaran. Kita bisa menampilkan seni ini dalam berbagai kesempatan agar penyampaian pesan lebih menarik dan bernilai seni,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hesnidar mendorong kabupaten dan kota lain di Provinsi Jambi untuk mengikuti langkah Kabupaten Sarolangun dalam menyelenggarakan ajang serupa. Upaya ini dianggap penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh budaya luar yang belum tentu selaras dengan nilai-nilai lokal.

“Terima kasih kepada Kabupaten Sarolangun. Kita berharap daerah lain juga menggali potensi budaya masing-masing. Tujuannya jelas, memperkenalkan identitas kita kepada generasi muda di tengah gempuran tradisi luar,” pungkasnya. (Rhm)





BERITA BERIKUTNYA