Kerinci Peringati Hardiknas 2026, Bupati Monadi Tekankan Pendidikan Berkarakter dan Anti-Perundungan

Selasa, 05 Mei 2026 - 09:03:47 WIB - Dibaca: 217 kali

Para peserta upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Kerinci tampak mengikuti jalannya upacara dengan khidmat di Lapangan Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah.
Para peserta upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Kerinci tampak mengikuti jalannya upacara dengan khidmat di Lapangan Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah. (Sisyantoni)

JAMBIPRIMA.COM, KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan khidmat di Lapangan Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen daerah dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing.

Bupati Kerinci, Monadi, bertindak sebagai inspektur upacara yang turut dihadiri Wakil Bupati, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, para kepala OPD, jajaran Dinas Pendidikan, hingga ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Hardiknas Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan Daerah

Dalam amanatnya, Bupati Monadi menegaskan bahwa peringatan Hardiknas tidak boleh dimaknai sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, momen ini harus menjadi titik penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kerinci.

Ia menekankan bahwa pendidikan saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus menyentuh aspek pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh.

“Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berkarakter,” tegasnya di hadapan peserta upacara.

Sekolah Harus Jadi Ruang Aman dan Bebas Kekerasan

Salah satu sorotan penting dalam amanat Bupati Monadi adalah pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan (bullying).

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang sehat bagi peserta didik, tempat mereka merasa terlindungi dalam proses belajar dan berkembang.

Ia juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk tidak menyepelekan isu kekerasan di lingkungan sekolah, karena hal tersebut dapat berdampak jangka panjang terhadap psikologis anak.

Dorong Implementasi Nilai “Tujuh Indonesia Hebat”

Dalam kesempatan itu, Bupati Monadi juga mengajak seluruh insan pendidikan di Kerinci untuk menginternalisasi nilai-nilai “Tujuh Indonesia Hebat” dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Nilai tersebut mencakup kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati, yang dinilai penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara sosial dan emosional.

“Nilai-nilai ini harus hidup di sekolah, bukan hanya diajarkan secara teori, tetapi juga dipraktikkan dalam keseharian,” ujarnya.

Apresiasi untuk Insan Pendidikan Berprestasi

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dunia pendidikan, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga memberikan apresiasi kepada siswa, guru, serta tenaga kependidikan yang telah mengukir prestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Penghargaan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh pelaku pendidikan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas diri.

Komitmen Menuju Transformasi Pendidikan

Peringatan Hardiknas 2026 di Kerinci ini menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah terus mendorong transformasi pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat, pendidikan di Kerinci diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam karakter dan moral.

Upacara yang berlangsung tertib tersebut ditutup dengan harapan agar semangat Hardiknas tidak berhenti pada satu hari peringatan, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam memajukan pendidikan di daerah. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA