JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tabir Ilir selama tiga hari terakhir, menyebabkan debit air Sungai Batang Tabir meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga. Akibatnya, sedikitnya 90 rumah warga di dua desa terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter.
Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merangin mencatat, sebanyak 10 rumah warga di Desa Ulak Makam dan 80 rumah lainnya di Desa Rantau Limau Manis terendam banjir. Meski demikian, kondisi warga dilaporkan masih aman dan situasi di lokasi terpantau kondusif.
Kepala Pelaksana BPBD Merangin, Muhamad Sahiri mengatakan, banjir terjadi setelah tingginya curah hujan memicu meluapnya Sungai Batang Tabir hingga masuk ke kawasan permukiman dan jalan lingkungan warga.
“Akibat banjir tersebut, jalan-jalan lingkungan tidak bisa dilewati karena ketinggian air yang menggenangi jalan dan rumah warga mencapai satu meter,” ujar Muhamad Sahiri usai melakukan pemantauan banjir, Jumat sore (08/5).
Menurutnya, tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Merangin langsung turun ke lokasi untuk memantau kondisi warga sekaligus melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak.
Tim yang turun ke lapangan terdiri dari Kepala Pelaksana BPBD Merangin, Camat Tabir Ilir, Sekcam Tabir Ilir, Kabid KL BPBD bersama anggota Tim Reaksi Cepat (TRC), Kepala Desa Rantau Limau Manis, Kepala Desa Ulak Makam, Babinsa, Kapolpos Tabir Ilir, para kepala dusun hingga ketua RT setempat.
Muhamad Sahiri menjelaskan, saat ini pemerintah desa bersama perangkat RT masih melakukan pendataan lanjutan terhadap jumlah kepala keluarga yang terdampak, termasuk mendata kemungkinan adanya kerugian materiil maupun harta benda warga yang hanyut terbawa arus.
“Pendataan masih terus dilakukan oleh para kades bersama perangkat desa dan ketua RT untuk memastikan jumlah warga terdampak serta kerugian yang dialami masyarakat,” katanya.
Warga berharap cuaca segera membaik agar debit air Sungai Batang Tabir kembali normal dan genangan di permukiman cepat surut. Pasalnya, aktivitas masyarakat di dua desa tersebut mulai terganggu akibat akses jalan lingkungan yang tidak lagi bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat yang berada di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Merangin masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. (Sab)
Tiga Titik Longsor Putus Akses ke Koto Rawang, Satu Jembatan Hanyut Diterjang Banjir
Bupati Merangin Tinjau Banjir Lembah Masurai, Prioritaskan Gizi Bayi dan Ibu Menyusui
Sinergi Merangin–Sarolangun Diperkuat, Fokus Hilirisasi dan Efisiensi di Tengah Tekanan Fiskal
Warga Desa Selango Bertahan di Tengah Banjir, Harapkan Bantuan Segera Tiba
IDI Merangin Masuki Babak Baru, Tantangan Profesionalitas hingga Respons Bencana Jadi Sorotan
Desa Rantau Limau Kapas dan Sungai Sakai Terdampak Banjir, Warga Harapkan Perbaikan Jembatan