JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Pergantian kepemimpinan dalam tubuh organisasi profesi kedokteran di Kabupaten Merangin menjadi momentum penting untuk memperkuat peran strategis tenaga medis di tengah dinamika kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Merangin periode 2025–2028 yang digelar di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin, Sabtu (02/05), bukan sekadar seremoni rutin organisasi. Agenda ini menandai transisi kepemimpinan sekaligus penegasan arah baru dalam menjawab tantangan sektor kesehatan, baik dari sisi profesionalitas maupun tanggung jawab sosial.
Kepengurusan baru kini dipimpin oleh Dr. Anton Adi Saputra, menggantikan Dr. Iim Wibowo yang telah menuntaskan masa baktinya pada periode 2021–2024. Pelantikan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua IDI Wilayah Jambi, Dr. Safarudin Matondang.
Mengangkat tema “Menjaga Integritas, Meningkatkan Profesionalitas, Bersama IDI Kami Mengabdi”, kepengurusan baru dihadapkan pada ekspektasi besar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah, sekaligus menjaga marwah profesi kedokteran di tengah tuntutan publik yang kian kompleks.
Dalam sambutan tertulis Bupati Merangin M. Syukur yang dibacakan oleh Wakil Bupati A. Khafidh, pemerintah daerah memberikan apresiasi atas dedikasi pengurus sebelumnya, seraya menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Merangin, kami mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus IDI yang baru dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi tinggi," ujar A. Khafidh saat membacakan sambutan.
Lebih jauh, pemerintah daerah menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Dalam konteks ini, keberadaan IDI tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan kesehatan yang berpihak kepada masyarakat.
Namun, tantangan yang dihadapi tidak berhenti pada penguatan internal organisasi. Dalam momentum yang sama, isu kemanusiaan turut mengemuka, terutama pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Merangin pada 26 April lalu.
Wakil Bupati A. Khafidh secara khusus mendorong keterlibatan aktif para dokter untuk turun langsung membantu masyarakat terdampak.
"Kami berharap IDI di bawah kepemimpinan Dr. Anton dapat segera turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi kesehatan warga kita yang terdampak di empat kecamatan," tuturnya.
Empat kecamatan yang menjadi prioritas penanganan pascabanjir meliputi Muara Siau, Lembah Masurai, Tiang Pumpung, dan Pamenang Selatan. Kondisi ini menuntut respons cepat tenaga medis guna mencegah munculnya penyakit pascabencana yang kerap mengancam masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur dalam acara pelantikan, mulai dari jajaran Forkopimda, pimpinan rumah sakit hingga organisasi profesi kesehatan seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh.
Pelantikan ini pada akhirnya bukan hanya tentang pergantian kepengurusan, tetapi juga tentang bagaimana IDI Merangin mampu menjawab harapan masyarakat: menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kemanusiaan. (San)
Desa Rantau Limau Kapas dan Sungai Sakai Terdampak Banjir, Warga Harapkan Perbaikan Jembatan
Bupati Merangin Minta Bukti Surat Usulan Jalan Rusak, Siap Perintahkan PUPR Cek Lokasi
Banjir Merangin Buka Persoalan Lama, Al Haris Soroti Kerusakan Lingkungan
Mantan YouTuber Asal Jambi Laporkan Oknum Dokter RSUD Sijunjung ke Polisi
Excavator Mantan Kades Rusak Sungai Batang Nibung Masumai, Kades Sebut Tidak Kerja PETI Hanya Untuk
Polisi, Damkar, dan Warga Bersatu Padamkan Kebakaran di Pulo Aro
Wawako Diza Buka Wali Kota Cup Race 2026, 800 Rider Ramaikan Ajang Otomotif Bergengsi