JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Kabupaten Merangin kembali menjadi sorotan masyarakat. Kerusakan ruas jalan Kabupaten yang menghubungkan Sungai Batang–Sungai Aur menuju Kabupaten Bungo dikeluhkan warga karena dinilai tak kunjung mendapat penanganan serius dari pemerintah.
Jalan tersebut diketahui merupakan akses vital yang setiap hari dilalui ribuan warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga transportasi antarwilayah. Selain dipenuhi lubang dan mengalami kerusakan parah di sejumlah titik, kondisi jembatan di kawasan itu juga disebut nyaris ambruk akibat longsor dan meningkatnya debit air sungai.
Tokoh masyarakat Rantau Panjang, Mustofa, mengaku kecewa karena usulan perbaikan infrastruktur itu telah berkali-kali disampaikan ke Dinas PUPR Merangin, namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan.
“Jalan ini sangat penting bagi masyarakat. Dulu bahkan pernah ada pengendara masuk jurang karena kondisi jalan rusak dan akhirnya diselamatkan warga yang melintas,” ujar Mustofa.
Menurutnya, masyarakat sudah berulang kali menyampaikan usulan sejak tahun 2022 agar pemerintah segera memperbaiki ruas jalan dan jembatan tersebut. Namun, hingga saat ini warga merasa belum mendapat respons yang serius dari pihak terkait.
Mustofa juga menyinggung lambannya tanggapan dari Bidang Bina Marga Dinas PUPR Merangin terhadap berbagai laporan kerusakan infrastruktur di wilayah itu.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Bupati Merangin, M Syukur, menegaskan dirinya meminta masyarakat menunjukkan bukti surat usulan yang masuk selama masa kepemimpinannya.
“Apa pernah selama saya jadi bupati ada surat usulannya? Kalau ada surat masuk selama saya menjabat, tolong kasih kopiannya supaya saya tahu tanggal berapa surat itu masuk. Nanti Kabid akan saya perintahkan cek dan dimasukkan dalam perencanaan,” tegas Syukur saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Bupati Syukur menegaskan dirinya terbuka terhadap seluruh usulan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur, terutama yang menyangkut kepentingan umum dan keselamatan warga.
Ia bahkan meminta masyarakat mendokumentasikan surat usulan beserta kondisi kerusakan jalan dan jembatan agar bisa segera ditindaklanjuti.
“Kalau ada surat masuk dari masyarakat dan disertai foto, pasti akan dibahas. Saya merasa selama ini belum pernah melihat surat tersebut masuk,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Merangin, Arya, saat dikonfirmasi awak media hanya meminta agar masyarakat kembali mengusulkan disertai dokumentasi foto kondisi jembatan dan jalan.
“Usul lagi, foto jembatan itu,” ujarnya singkat sebelum meninggalkan lokasi.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun langsung meninjau kondisi jalan dan jembatan yang rusak tersebut. Sebab, selain menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, kondisi infrastruktur yang memprihatinkan juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat juga meminta agar usulan yang telah disampaikan sejak beberapa tahun terakhir tidak hanya menjadi dokumen administrasi semata, tetapi benar-benar direalisasikan demi kepentingan warga yang setiap hari bergantung pada akses jalan tersebut. (Lil)
IDI Merangin Masuki Babak Baru, Tantangan Profesionalitas hingga Respons Bencana Jadi Sorotan
838 Calon Haji Kota Jambi Dilepas, Pemkot Perkuat Layanan dan Kesehatan Jamaah 2026
Wawako Diza Buka Wali Kota Cup Race 2026, 800 Rider Ramaikan Ajang Otomotif Bergengsi
Desa Rantau Limau Kapas dan Sungai Sakai Terdampak Banjir, Warga Harapkan Perbaikan Jembatan
Cek Endra Hadiri Haul ke-7 KH Arifin Ilham, Ajak Umat Jaga Semangat Zikir dan Persatuan
Bupati Merangin Minta Bukti Surat Usulan Jalan Rusak, Siap Perintahkan PUPR Cek Lokasi
Razia Gabungan THM di Bungo, Polisi Militer Pastikan Nihil Pelanggaran