JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Masalah gigi berlubang hingga kini masih kerap dialami masyarakat dari berbagai usia. Kondisi tersebut sering menimbulkan keluhan seperti rasa nyeri, gigi sensitif, hingga gangguan saat mengunyah makanan. Namun, banyak orang belum memahami penyebab utama kerusakan gigi yang terjadi secara perlahan.
Dilansir dari klinikjoydental.com, drg. Bagus Darmawan menyebut gigi berlubang tidak hanya disebabkan karena malas menyikat gigi. Faktor pola konsumsi makanan, kebiasaan sehari-hari, hingga kondisi alami struktur gigi juga memiliki pengaruh besar terhadap munculnya karies.
Menurutnya, sisa makanan yang menempel di permukaan gigi dapat memicu terbentuknya plak. Jika tidak dibersihkan dengan baik, bakteri dalam plak akan menghasilkan asam yang mampu merusak lapisan enamel secara bertahap.
“Tidak sedikit orang merasa sudah rutin menyikat gigi, tetapi cara membersihkannya belum maksimal sehingga plak masih tertinggal,” ujar drg. Bagus Darmawan.
Ia menjelaskan, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula seperti permen, minuman bersoda, kopi manis, serta kebiasaan ngemil berlebihan juga mempercepat kerusakan gigi. Selain itu, makanan yang bersifat asam dapat membuat enamel lebih mudah terkikis.
Dokter Gigi Jogja tersebut juga menekankan pentingnya fluoride dalam menjaga kekuatan gigi. Kandungan fluoride dinilai mampu membantu memperbaiki mineral enamel yang mulai rusak akibat paparan asam dari bakteri.
Selain faktor kebersihan mulut dan pola makan, kondisi genetik disebut turut memengaruhi kesehatan gigi seseorang. Beberapa orang memiliki lapisan enamel yang lebih tipis atau bentuk gigi dengan celah lebih dalam sehingga lebih mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Kebiasaan buruk seperti tidur tanpa membersihkan gigi, merokok, hingga menggunakan gigi untuk menggigit benda keras juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.
Untuk menjaga kesehatan gigi, drg. Bagus Darmawan mengimbau masyarakat menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela gigi secara rutin, mengurangi konsumsi makanan manis, serta memeriksakan gigi secara berkala ke dokter.
“Perawatan sejak dini jauh lebih baik dibandingkan menunggu gigi rusak parah dan menimbulkan rasa sakit,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera berkonsultasi ke dokter gigi apabila mulai merasakan tanda-tanda seperti gigi ngilu atau nyeri agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. (San)
DAK Kesehatan Tebo 2026 Disetujui Rp19 Miliar, Penggunaan Tunggu Mei
Pelayanan Kembali Disorot, Aktivis dan Fraksi Golkar Minta RSUD Tebo di Evaluasi Total
Direktur RSUD STS Tebo Tanggapi Langsung Kritik Ombudsman Soal Pelayanan Pasien
Pelayanan Terus Dikeluhkan, Ombudsman Minta Direktur RSUD STS Tebo Mundur
Bang Syukur: Dinas Kesehatan Kok Kotor, Kebersihan Baru 50 Persen!