JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Pelayanan di RS Setia Budi Rimbo Bujang kembali menjadi sorotan masyarakat. Seorang pasien lanjut usia (lansia) bernama Zainabun diduga tidak segera mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hanya karena terkendala persoalan administrasi surat rujukan.
Peristiwa tersebut bermula ketika Zainabun berobat ke Puskesmas Dusun Tuo Pasir Mayang yang berada di Desa Balai Rajo. Melihat kondisi pasien yang sudah sangat lemah serta faktor usia, dr. Sinta yang bertugas saat itu menyarankan agar pasien segera dibawa ke rumah sakit.
Pihak puskesmas merekomendasikan pasien dirujuk ke RS Setia Budi Rimbo Bujang atau RS Permata Hati Bungo. Namun, keluarga pasien tidak dibekali surat rujukan tertulis karena kondisi pasien dinilai darurat.
Berbekal arahan dokter tersebut, keluarga langsung membawa Zainabun ke IGD RS Setia Budi Rimbo Bujang. Akan tetapi, menurut pengakuan keluarga, pasien tidak langsung mendapat tindakan medis karena pihak rumah sakit mempertanyakan surat rujukan dari puskesmas.
Anak kandung pasien, Rahmat, mengaku sangat kecewa terhadap pelayanan yang diterima ibunya. Ia menilai pihak rumah sakit terlalu kaku dalam menerapkan administrasi tanpa mempertimbangkan kondisi pasien yang sedang lemah.
“Ibu saya sudah sangat lemas, tetapi pihak rumah sakit malah mempermasalahkan rujukan dan berdebat dengan kami hampir setengah jam tanpa ada tindakan medis sama sekali. Kami sangat kecewa, nyawa manusia seperti nomor dua dibanding kertas rujukan,” ujar Rahmat, Rabu (13/05/26).
Sementara itu, Kepala Puskesmas Dusun Tuo Pasir Mayang, Bani, menyampaikan bahwa pasien dalam kondisi darurat sebenarnya tidak memerlukan surat rujukan untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit yang melayani peserta BPJS.
“Untuk pasien darurat, puskesmas tidak perlu memberikan surat rujukan. Rujukan hanya diperlukan bagi pasien rawat jalan yang ingin berkonsultasi ke dokter spesialis di rumah sakit,” jelasnya.
Karena tidak mendapatkan kepastian pelayanan dan kondisi ibunya terus memburuk, Rahmat akhirnya memutuskan memindahkan Zainabun ke RS Permata Hati Bungo. Setibanya di rumah sakit tersebut, pasien disebut langsung diterima di IGD dan segera mendapatkan penanganan intensif.
Peristiwa ini pun memicu perhatian masyarakat. Sejumlah warga menyebut pelayanan di RS Setia Budi Rimbo Bujang sebelumnya juga kerap dikeluhkan karena dinilai lebih mengutamakan prosedur administratif dibanding kondisi kedaruratan pasien.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RS Setia Budi Rimbo Bujang belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan media masih belum tersambung. (DVD)
Pemkab Tebo Mulai Terapkan Manajemen Talenta ASN, Penilaian Kinerja Terhubung ke BKN
Tebo Matangkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Bupati: Tingkatkan Mutu Pendidikan
PT PMB Launching Kantor Pemasaran di Tebing Tinggi, Salurkan CSR dan BPJS Ketenagakerjaan
Rizky Ramadhani Ditemukan Meninggal di Sungai Batanghari Setelah 11 Hari Pencarian
Diduga Tak Layani Pasien Darurat, RS Setia Budi Disebut Utamakan Surat Rujukan
Angkatan Kerja di Jambi Menurun pada Februari 2026, Pengangguran Justru Turun Signifikan
Dishub Bungo Tertibkan Parkir dan PKL di Pasar SPA Kuamang Kuning