Tebo Matangkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Bupati: Tingkatkan Mutu Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:34:21 WIB - Dibaca: 45 kali

Bupati Tebo memimpin rapat FGD verifikasi dan validasi calon lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Tebo, Rabu (13/5/2026).
Bupati Tebo memimpin rapat FGD verifikasi dan validasi calon lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Tebo, Rabu (13/5/2026). (Syahrial)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo terus mematangkan rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Hal itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) verifikasi dan validasi lapangan calon lokasi pembangunan SNT yang digelar di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Tebo, Rabu (13/5/2026).

FGD tersebut dipimpin langsung Bupati Tebo dan dihadiri Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Tebo, hingga anggota DPRD Tebo.

Kegiatan itu merupakan tindak lanjut surat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait proses verifikasi dan validasi lapangan calon lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Tebo.

Dalam arahannya, Bupati Tebo menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan dua pola pembangunan SNT, yakni pembangunan baru dan pola konsolidasi dengan sekolah yang sudah ada.

“Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi ini menjadi langkah besar untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tebo. Kita ingin akses pendidikan terpadu bisa dirasakan masyarakat secara merata,” ujar Bupati dalam forum tersebut.

Ia menjelaskan, standar kebutuhan lahan untuk pembangunan SNT idealnya mencapai 20 hingga 25 hektare. Saat ini, lahan yang telah bersertifikat baru sekitar 14,8 hektare, sedangkan sekitar 8 hektare lainnya masih dalam tahap pengecekan status oleh pihak BPN Kabupaten Tebo.

Selain itu, tim juga masih melakukan verifikasi terhadap sejumlah lahan alternatif lainnya yang dinilai berpotensi memenuhi syarat pembangunan kawasan pendidikan terpadu tersebut.

Menurut Bupati, apabila luasan lahan kosong nantinya belum memenuhi standar minimal, maka pemerintah daerah akan menerapkan pola konsolidasi dengan memanfaatkan sekolah-sekolah yang sudah ada di sekitar lokasi.

“Kalau lahan kosong belum mencukupi 20 hektare, maka akan kita lakukan pola konsolidasi dengan sekolah yang sudah ada, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA,” katanya.

Dengan konsep tersebut, kebutuhan lahan diperkirakan dapat terpenuhi hingga sekitar 22 hektare.

Meski masih dalam tahap verifikasi dan validasi, Pemkab Tebo memastikan rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi tetap akan dilanjutkan sebagai bagian dari komitmen daerah dalam memperkuat sektor pendidikan. (Syh)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA