BPS Catat Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja di Jambi, Pekerja Lulusan Perguruan Tinggi Bertambah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:48:11 WIB - Dibaca: 69 kali

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan perkembangan tingkat pendidikan penduduk bekerja di Jambi pada Februari 2024–Februari 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan perkembangan tingkat pendidikan penduduk bekerja di Jambi pada Februari 2024–Februari 2026. (BPS Provinsi Jambi)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat adanya peningkatan kualitas tenaga kerja pada Februari 2026. Hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah penduduk bekerja lulusan perguruan tinggi serta meningkatnya proporsi pekerja penuh dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk bekerja di Provinsi Jambi pada Februari 2026 mencapai 1,796 juta orang. Dari jumlah tersebut, pekerja lulusan Diploma I/II/III tercatat sebanyak 41,45 ribu orang atau 2,31 persen, sedangkan lulusan S1, S2, dan S3 mencapai 259,38 ribu orang atau 14,44 persen.

Angka itu meningkat dibanding Februari 2025, di mana pekerja lulusan universitas tercatat sebanyak 253,41 ribu orang atau 14,08 persen.

Meski demikian, pekerja dengan pendidikan SD ke bawah masih mendominasi pasar kerja di Provinsi Jambi. Jumlahnya mencapai 635,41 ribu orang atau 35,36 persen dari total penduduk bekerja.

Sementara lulusan SMP tercatat sebanyak 307,28 ribu orang atau 17,10 persen, lulusan SMA sebanyak 421,16 ribu orang atau 23,44 persen, serta lulusan SMK sebanyak 132,11 ribu orang atau 7,35 persen.

Menanggapi data tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Tebo, Liga Marisa, mengatakan peningkatan jumlah tenaga kerja berpendidikan tinggi harus diiringi dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai.

“Ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Kualitas SDM mulai meningkat, tetapi harus dibarengi dengan pembukaan lapangan kerja agar lulusan perguruan tinggi bisa terserap,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah perlu memperkuat sektor produktif seperti pertanian modern, UMKM, perkebunan hingga industri pengolahan guna menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat.

Selain itu, ia juga menyoroti masih tingginya jumlah pekerja dengan pendidikan rendah di Provinsi Jambi.

“Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap akses pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja supaya daya saing tenaga kerja daerah semakin baik,” katanya.

BPS juga mencatat pekerja penuh pada Februari 2026 mencapai 1,116 juta orang atau 62,16 persen, meningkat dibanding Februari 2025 sebesar 60,74 persen.

Sedangkan pekerja tidak penuh turun menjadi 679,83 ribu orang atau 37,84 persen, terdiri dari setengah penganggur sebanyak 136,59 ribu orang dan pekerja paruh waktu sebanyak 543,24 ribu orang.

Data tersebut menunjukkan kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Jambi mulai membaik, meski peningkatan kualitas sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah ke depan. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA