JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Aktivitas proyek pembangunan kolam retensi di kawasan Paal 5, Kota Jambi, mulai menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan. Debu tebal yang beterbangan hingga kondisi jalan yang licin saat hujan dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat dan membahayakan pengendara yang melintas di Jalan Pangeran Hidayat.
Keluhan warga terutama muncul akibat kendaraan proyek pengangkut material yang keluar masuk lokasi pembangunan tanpa terlebih dahulu membersihkan ban kendaraan. Tanah dan lumpur yang menempel terbawa hingga ke badan jalan aspal dan menyebabkan ruas jalan menjadi kotor.
Saat cuaca panas, debu beterbangan memenuhi sepanjang jalan dan masuk hingga ke rumah warga serta tempat usaha di sekitar lokasi proyek. Namun ketika hujan turun, jalan berubah menjadi becek dan licin sehingga rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara roda dua.
“Kalau cuaca panas debunya sangat tebal, sampai masuk ke rumah dan tempat jualan. Tapi kalau hujan, jalan jadi licin karena lumpur dari kendaraan proyek,” ujar Andi Saputra, salah seorang warga Paal 5, Senin (18/5/2026).
Menurut Andi, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama sejak aktivitas proyek mulai berjalan. Warga berharap pihak kontraktor maupun pelaksana proyek lebih memperhatikan dampak lingkungan terhadap masyarakat sekitar.
Ia mengatakan, setidaknya kendaraan proyek harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum keluar menuju jalan umum agar tanah tidak terus terbawa ke badan jalan.
“Harusnya ada tempat cuci ban kendaraan sebelum keluar proyek. Jangan sampai masyarakat yang terus dirugikan,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Siti Rahma, pedagang kuliner yang berjualan di sepanjang Jalan Pangeran Hidayat. Ia mengaku aktivitas usahanya ikut terdampak akibat debu yang beterbangan hampir setiap hari.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelanggan merasa tidak nyaman saat makan di lokasi usahanya.
“Debunya sampai masuk ke tempat makan. Banyak pelanggan mengeluh karena meja dan makanan cepat berdebu,” ujarnya.
Siti berharap pihak proyek melakukan penyiraman jalan secara rutin agar debu tidak terus beterbangan dan mengganggu aktivitas warga maupun pedagang.
“Minimal jalan rutin disiram setiap hari supaya debunya berkurang,” tambahnya.
Pantauan di lapangan, kondisi jalan yang terdampak debu dan lumpur terjadi mulai dari kawasan SPBU Paal 5 hingga Lorong Purnama. Di sepanjang ruas jalan tersebut terdapat banyak aktivitas masyarakat, mulai dari permukiman warga, warung makan, hingga pedagang kaki lima.
Selain menyebabkan ketidaknyamanan, warga juga mengkhawatirkan potensi kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang licin saat hujan turun. Pengendara motor disebut menjadi pihak yang paling rentan mengalami kecelakaan.
Warga berharap pemerintah maupun pihak pelaksana proyek segera mengambil langkah penanganan agar aktivitas pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Mereka meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan proyek, termasuk kewajiban pembersihan ban kendaraan dan penyiraman jalan secara berkala selama proses pembangunan berlangsung.
“Jangan sampai proyek untuk kepentingan masyarakat malah membuat masyarakat sekitar jadi terganggu setiap hari,” tutup Andi. (DVD)
Gaji Kecil dan Kerap Telat Dibayar, Petugas Sampah Pasar Bawah Merangin Mundur
Jelang Seleksi Sekda Kota Jambi, Sejumlah Kepala OPD Masih Penuhi Syarat Usia
Debu Proyek Kolam Retensi Paal 5 Dikeluhkan Warga, Jalan Jadi Licin Saat Hujan
Sekda Jambi Lepas Kloter Pertama JCH 2026, Ingatkan Jamaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji
Kakanwil Kemenhaj Jambi Ingatkan Jamaah Selalu Ingat Kode Kloter BTH 22
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Danrem 042/Gapu Ikuti Peresmian Nasional dari Jambi
Polsek Tabir Santuni 30 Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial di Tengah Masyarakat