Gaji Kecil dan Kerap Telat Dibayar, Petugas Sampah Pasar Bawah Merangin Mundur

Senin, 18 Mei 2026 - 10:43:14 WIB - Dibaca: 72 kali

Ilustrasi petugas kebersihan DLH Kabupaten Merangin saat mengangkut sampah di kawasan Pasar Bawah Merangin.
Ilustrasi petugas kebersihan DLH Kabupaten Merangin saat mengangkut sampah di kawasan Pasar Bawah Merangin. (AI)

JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Kondisi petugas kebersihan di bawah Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Merangin kembali menjadi sorotan. Sejumlah petugas sampah dilaporkan memilih mengundurkan diri karena merasa gaji yang diterima tidak lagi sebanding dengan tingginya kebutuhan hidup dan beratnya pekerjaan yang dijalani setiap hari.

Kali ini, petugas kebersihan yang bertugas di kawasan Pasar Bawah Merangin disebut ikut mundur dari pekerjaannya. Sebelumnya, petugas sampah asal Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, juga memilih berhenti dengan alasan serupa, yakni gaji yang dinilai terlalu kecil.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, rata-rata petugas kebersihan hanya menerima gaji sekitar Rp1,2 juta per bulan. Nilai tersebut dianggap tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di tengah naiknya harga bahan pokok.

“Gaji kecil, sekarang banyak yang mundur. Ada juga petugas kebersihan dari Raudah sampai ke arah SMA 6 yang berhenti,” ungkap salah seorang petugas kebersihan kepada awak media.

Menurutnya, para petugas selama ini dituntut bekerja maksimal menjaga kebersihan lingkungan, sementara kesejahteraan mereka dinilai belum mendapat perhatian serius.

“Minta kerja selalu bersih, tapi gaji kecil dan tidak sesuai dengan harga barang sekarang yang serba mahal,” katanya.

Selain nominal gaji yang dianggap rendah, petugas kebersihan juga mengeluhkan pembayaran upah yang disebut sering mengalami keterlambatan. Kondisi tersebut membuat sebagian petugas memilih mencari pekerjaan lain yang dianggap lebih menjanjikan.

“Gaji petugas juga sering lambat dibayar, jadi banyak yang memilih mundur,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Bidang PSLB3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin, Lazi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya sejumlah petugas pengangkut sampah yang mengundurkan diri.

“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, ado anggota muat yang berhenti. Karena timbulan sampah meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, jadi beban kerja meningkat. Itu khusus anggota muat sampah,” jelas Lazi.

Ia mengakui saat ini volume sampah di Kabupaten Merangin terus meningkat sehingga berdampak pada beban kerja petugas lapangan yang semakin berat setiap harinya.

Menurut Lazi, pihaknya juga telah berdiskusi dengan para petugas terkait sistem kerja dan usulan kenaikan gaji agar proses pengangkutan sampah tetap berjalan optimal.

“Jadi diskusi dengan anggota, tambah rotasi dan minta naikkan gaji. Kalau rotasi sekarang tidak tuntas dalam proses pengangkatan sampah. Kalau ibu-ibu sapu dan lain-lain masih stabil,” tambahnya.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terganggunya pelayanan kebersihan di sejumlah titik di Kabupaten Merangin apabila jumlah petugas yang mengundurkan diri terus bertambah.

Warga berharap pemerintah daerah dapat segera mencari solusi terkait kesejahteraan petugas kebersihan, mengingat peran mereka sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan penanganan sampah di daerah.

Selain kenaikan upah, petugas juga berharap adanya kepastian pembayaran gaji tepat waktu agar mereka tetap dapat menjalankan tugas dengan maksimal. (Dvd)





BERITA BERIKUTNYA