Al Haris Gaspol UMKM Jambi, 10 MoU BUMN Diborong untuk Buka Akses Pasar

Kamis, 09 April 2026 - 16:56:08 WIB - Dibaca: 58 kali

Gubernur Jambi Al Haris membuka Jambi Business Matching Forum 2026 dan menyaksikan penandatanganan 10 MoU antara BUMN dan UMKM sebagai langkah memperluas akses pasar produk lokal.
Gubernur Jambi Al Haris membuka Jambi Business Matching Forum 2026 dan menyaksikan penandatanganan 10 MoU antara BUMN dan UMKM sebagai langkah memperluas akses pasar produk lokal. (David)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., secara resmi membuka Jambi Business Matching Forum 2026 yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi bekerja sama dengan Rumah BUMN Jambi di Swiss-Belhotel Jambi, Kamis (09/04/2026).

Forum bisnis yang mempertemukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sektor perhotelan, restoran, serta mitra usaha strategis ini menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi Jambi dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh BUMN yang selama ini aktif menjadi pembina dan pendamping UMKM di Provinsi Jambi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha merupakan kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Al Haris menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah berbagai tantangan global.

"UMKM kita memiliki potensi yang sangat besar. Mereka tumbuh dari masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi penggerak ekonomi dari bawah. Namun, untuk berkembang dan naik kelas, mereka membutuhkan pendampingan yang terarah, baik dari sisi permodalan, manajemen usaha, kualitas produk, hingga akses pasar. Di sinilah pentingnya kehadiran pemerintah dan BUMN sebagai mitra strategis," ujar Al Haris.

Menurutnya, banyak pelaku UMKM yang memiliki produk berkualitas, namun masih menghadapi kendala dalam pemasaran, legalitas usaha, pengemasan produk, hingga kapasitas produksi. Oleh karena itu, program pembinaan yang berkelanjutan menjadi kebutuhan penting agar UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Gubernur juga menyoroti kondisi ekonomi global dan nasional yang saat ini menghadapi berbagai tantangan. Meski pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi masih berada pada jalur positif, dinamika kebijakan fiskal nasional dan efisiensi anggaran turut memengaruhi perputaran uang di daerah serta daya beli masyarakat.

"Kita bersyukur ekonomi Jambi masih tumbuh positif. Namun kita juga harus realistis bahwa perlambatan ekonomi mulai terasa. Karena itu, sektor riil harus diperkuat dan UMKM menjadi salah satu sektor yang paling penting untuk kita jaga dan dorong pertumbuhannya," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Al Haris mengajak seluruh pihak untuk semakin mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha daerah. Menurutnya, keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh keberpihakan masyarakat dalam menggunakan hasil karya anak daerah.

"Kita harus bangga menggunakan produk Jambi. Ketika hotel, restoran, BUMN, perbankan, dan lembaga lainnya memberi ruang kepada produk lokal, maka akan tercipta efek berganda yang besar bagi perekonomian masyarakat," katanya.

Ia juga mendorong agar produk-produk UMKM Jambi terus ditingkatkan dari sisi kualitas, kemasan, branding, sertifikasi, hingga legalitas usaha sehingga mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga menembus pasar nasional bahkan internasional.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjut Al Haris, terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan bagi pelaku usaha kecil melalui bantuan sarana produksi, fasilitasi permodalan, pelatihan usaha, hingga promosi produk unggulan daerah.

Pada forum tersebut, Gubernur Al Haris juga menegaskan bahwa kerja sama yang dibangun melalui Business Matching Forum harus menghasilkan dampak nyata bagi pelaku UMKM.

"Saya berharap seluruh nota kesepahaman yang ditandatangani hari ini benar-benar ditindaklanjuti. Jangan hanya berhenti di atas kertas. Harus ada realisasi pembelian, distribusi produk, dan kemitraan yang berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para pelaku UMKM," tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh stakeholder untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekonomi daerah yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan.

"Mari bergandengan tangan. UMKM tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah hadir, BUMN hadir, dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir untuk memastikan mereka tumbuh, naik kelas, dan menjadi kekuatan utama menuju Jambi Mantap," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Kemas Muhammad Fuad, menjelaskan bahwa Jambi Business Matching Forum 2026 dirancang sebagai ruang strategis yang mempertemukan kebutuhan pasar dengan kapasitas produksi UMKM secara terukur dan berkelanjutan.

Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi wadah interaksi bisnis yang konkret melalui kurasi produk unggulan, pemetaan kebutuhan pasar, serta penjajakan kerja sama antara pelaku usaha dan calon mitra.

"Kami terus mendorong peningkatan kualitas produk UMKM melalui pembinaan kemasan, branding, legalitas usaha, sertifikasi, hingga akses pembiayaan agar mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan," jelas Fuad.

Sementara itu, CEO Rumah BUMN Jambi, Deko Sanjaya, mengungkapkan bahwa forum ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Rumah BUMN Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi dalam memperkuat ekosistem usaha daerah.

Sebanyak 29 UMKM unggulan turut ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari 9 UMKM binaan Rumah BUMN Jambi, 11 UMKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, serta 9 UMKM binaan berbagai BUMN.

Forum tersebut dirancang dalam empat rangkaian utama, yakni pembukaan, business matching, penandatanganan kerja sama, dan pameran produk UMKM unggulan.

"Kami berharap forum ini tidak hanya menghasilkan transaksi bisnis, tetapi juga membangun kemitraan yang kuat, kepercayaan, dan jaringan usaha yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Deko.

Sebagai bentuk nyata kolaborasi antara BUMN dan pelaku usaha lokal, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara berbagai BUMN dan UMKM unggulan Jambi.

Kerja sama tersebut melibatkan Rumah BUMN Jambi, PLN Group, Pegadaian, Bank Mandiri, PNM, BNI, Telkom Indonesia, serta sejumlah UMKM unggulan seperti Madu CLB, Batoku, Omera Flora, Cake by Nadia, Akhatha, Batik Jambi Alfath, dan Batik Duo Serangkai.

Penandatanganan 10 MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pasar, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan penyerapan produk UMKM, serta membuka peluang kemitraan yang lebih luas di lingkungan BUMN dan sektor jasa.

Melalui Jambi Business Matching Forum 2026, Pemerintah Provinsi Jambi kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, mendorong penggunaan produk lokal, dan memastikan UMKM tumbuh menjadi pilar utama pembangunan ekonomi menuju Jambi yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA