Cabut Keris Warnai Pembukaan Pekan Kebudayaan Jambi, Al Haris Ajak Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:32:58 WIB - Dibaca: 66 kali

Al Haris melakukan prosesi pencabutan keris saat membuka Pekan Kebudayaan Jambi Elok Nian 2026.
Al Haris melakukan prosesi pencabutan keris saat membuka Pekan Kebudayaan Jambi Elok Nian 2026. (Rahim)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Prosesi pencabutan keris oleh Gubernur Jambi Al Haris menjadi penanda dibukanya Pekan Kebudayaan "Jambi Elok Nian Kota Jambi 2026" di Anjungan Kota Jambi, Taman Mini Melayu Jambi (Arena Eks MTQ), Kamis (23/7/2026) malam. Prosesi adat tersebut menjadi simbol dimulainya perhelatan budaya yang melibatkan kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Al Haris mengatakan budaya tidak hanya berfungsi menjaga warisan leluhur, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti Pekan Kebudayaan menjadi ruang bagi pelaku UMKM, pengrajin, hingga seniman untuk memperkenalkan produk dan karya terbaik mereka.

"Kata Allah, kalau kita bersyukur, insya Allah Allah menambah nikmat-nikmat yang lainnya," ujar Al Haris.

Ia menyebut kualitas produk khas Jambi, terutama batik, terus mengalami perkembangan dan kini mulai mendapat tempat di pasar nasional. Karena itu, momentum festival budaya perlu dimanfaatkan untuk memperluas promosi sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar.

"Kita sudah mulai melihat bahwa potensi yang kita miliki itu sudah layak di tingkat nasional. Pameran dan kegiatan di Taman Mini Melayu Jambi menampilkan aneka kuliner tradisional, kerajinan termasuk batik Jambi, serta stand UMKM," katanya.

Al Haris juga mengungkapkan pemerintah terus mendorong pelestarian budaya melalui pembangunan museum, penataan kembali artefak budaya, hingga pemugaran situs cagar budaya yang mendapat perhatian pemerintah pusat. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur, termasuk rencana jalan tol, diyakini akan memperkuat sektor pariwisata Jambi.

Tak hanya itu, ia meminta pemerintah kabupaten dan kota segera mengajukan permohonan hibah pengelolaan anjungan daerah di kawasan Taman Mini Melayu Jambi agar masing-masing daerah dapat merawat sekaligus mengembangkan anjungan sebagai pusat promosi budaya dan produk unggulan.

"Di sini saya sampaikan agar para Bupati Wali Kota di Provinsi Jambi agar membuatkan surat permintaan, agar ada dasar kita untuk menghibahkan kepada kabupaten kota, agar bisa merawat anjungannya masing-masing," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana mengatakan Pekan Kebudayaan "Jambi Elok Nian Kota Jambi 2026" menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Kota Jambi sebagai kota berbudaya Melayu. Menurutnya, pengembangan budaya harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM, kuliner, dan pariwisata.

Ia berharap kawasan Taman Mini Melayu Jambi ke depan berkembang menjadi pusat promosi budaya dan sentra oleh-oleh khas daerah, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA