Hari Anak Nasional 2026, Bunda PAUD Jambi Ingatkan Bahaya Gadget hingga Bullying

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:20:36 WIB - Dibaca: 71 kali

Bunda PAUD Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris berfoto bersama usai dialog interaktif Hari Anak Nasional 2026 di TVRI Jambi.
Bunda PAUD Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris berfoto bersama usai dialog interaktif Hari Anak Nasional 2026 di TVRI Jambi. (Rahim)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai momentum memperkuat perlindungan anak. Mulai dari pendidikan yang inklusif, pencegahan perundungan di sekolah, hingga mengingatkan orang tua soal dampak penggunaan gadget secara berlebihan.

Pesan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif Kabar Jambi di TVRI Stasiun Jambi bertema Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan, Kamis (23/7/2026).

Menurut Hesnidar, peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas perlindungan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.

"Anak merupakan aset bangsa dan generasi penerus yang harus kita jaga bersama. Tanggung jawab memenuhi hak-hak anak bukan hanya berada di tangan orang tua, tetapi juga memerlukan sinergi pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat hingga ke tingkat desa," ujar Hesnidar Haris.

Ia menjelaskan, Pemprov Jambi terus memperluas akses pendidikan yang ramah anak tanpa diskriminasi. Salah satunya melalui pendampingan terhadap anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) agar dapat mengenyam pendidikan di sekolah umum dengan tetap menghormati budaya yang mereka miliki.

Perhatian serupa juga diberikan kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Bersama Dekranasda Provinsi Jambi, berbagai program pengembangan keterampilan seperti pelatihan membatik dan ruang apresiasi bakat terus dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian anak penyandang disabilitas.

Tak hanya itu, hak pendidikan juga tetap diberikan kepada anak-anak yang menjalani pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) agar mereka memiliki bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Hesnidar menginstruksikan seluruh Pokja Bunda PAUD di kabupaten/kota hingga desa aktif mengawal pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Tujuannya agar kegiatan berlangsung edukatif, menyenangkan, bebas kekerasan, sekaligus mencegah praktik bullying di lingkungan sekolah.

Pemprov Jambi juga memberikan apresiasi kepada Taman Asuh Sayang Anak CBC Mawaddah Warahmah Jambi yang sukses meraih Juara I Tingkat Nasional dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi itu dinilai menjadi bukti bahwa layanan PAUD di Jambi mampu bersaing di tingkat nasional dengan mengedepankan pendidikan inklusif dan asesmen tumbuh kembang yang ramah disabilitas.

Di sisi lain, Hesnidar menyoroti meningkatnya kasus speech delay pada anak usia dini yang dipengaruhi penggunaan gawai secara berlebihan. Karena itu, ia mengimbau para orang tua lebih membatasi penggunaan gadget serta memperbanyak komunikasi langsung di lingkungan keluarga.

Selain perlindungan dan pendidikan, Pemprov Jambi juga terus memperkuat upaya penurunan angka stunting melalui optimalisasi layanan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Edukasi mengenai pola asuh, gizi seimbang, hingga pemanfaatan pangan lokal bergizi seperti daun kelor terus digencarkan bersama Tim Penggerak PKK.

Melalui kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat, Pemprov Jambi berharap setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan siap menyongsong masa depan. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA