JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Lima mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) mengolah limbah pasar menjadi bahan riset kesehatan. Rambut jagung dan kulit bawang merah dipadukan dengan meniran serta stevia untuk dikembangkan menjadi formula polyherbal bernama Teh Niraga.
Teh Niraga dikembangkan sebagai kandidat herbal yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan sekaligus antivirus dengue. Inovasi tersebut mengantarkan tim mahasiswa UNJA meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2026.
Proposal berjudul “Eksplorasi Khasiat Polyherbal Teh Niraga sebagai Antioksidan dan Antivirus Dengue untuk Pengembangan Fitofarmaka: Studi In Vitro dan In Silico” ditetapkan sebagai salah satu penerima pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Penetapan itu tertuang dalam surat Nomor 1792/DST/B2/DT.01.00/2026 tertanggal 22 Mei 2026. Proposal tersebut terpilih dari total 21.237 usulan PKM dari seluruh Indonesia.
Tim riset dipimpin Muhammad Faris Rizqullah dari Fakultas Kedokteran UNJA. Ia bersama Nurul Fathiah Azzahra, Anjeli Bismi Arsy, Kireina Nurfadhillah, dan Arum Kinasih Ramadhani, dengan bimbingan I Made Dwi Mertha Adnyana, M.Ked.Trop.
Faris mengatakan ide penelitian berawal dari melihat limbah rambut jagung dan kulit bawang merah yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.
"Rambut jagung, kulit bawang merah, dan meniran selama ini hanya jadi limbah yang dibuang, padahal kandungan senyawa fenoliknya berpotensi besar sebagai antioksidan alami. Dari situ kami melihat peluang mengolahnya menjadi kandidat herbal untuk membantu masalah dengue di Indonesia," tutur Muhammad Faris Rizqullah. (Rhm)
Karet Jambi Tembus Jepang, Amerika hingga Tiongkok, Pasar Otomotif China Jadi Peluang Baru
Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 82,58 Persen, Tinggal US$6,45 Juta
Patrice Rio Capella: Hanura Punya Peluang Besar Rebut Kursi di Seluruh Kabupaten/Kota Jambi
Saripuddin Nahkodai Golkar Tebo Tengah, Khalis Mustiko: Kita Harus Solid Hadapi Pemilu