Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 82,58 Persen, Tinggal US$6,45 Juta

Sabtu, 05 September 2026 - 16:08:46 WIB - Dibaca: 50 kali

Ilustrasi
Ilustrasi (NET)


JAMBIPRIMA.COM, JAMBI — Kinerja ekspor batu bara Provinsi Jambi mengalami penurunan tajam sepanjang Januari-Juli 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, nilai ekspor batu bara hanya mencapai US$6,45 juta, anjlok 82,58 persen dibanding periode yang sama 2025 yang mencapai sekitar US$37 juta.

Data tersebut tercantum dalam laporan perkembangan ekspor dan impor Provinsi Jambi Juli 2026 yang dirilis BPS.
Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha mengatakan, penurunan ekspor batu bara menjadi salah satu faktor yang menekan kinerja kelompok pertambangan Jambi.

“Secara kumulatif sektor pertanian mengalami penurunan signifikan, utamanya pertanian kelapa, diikuti penurunan sektor pertambangan yakni batubara, sedangkan sektor industri pengolahan mengalami kenaikan,” kata Aidil dalam penyampaian rilis perkembangan ekonomi Jambi.

Pada Juli 2026, ekspor batu bara Jambi tercatat US$361.033,26. Sementara pada Juni 2026, tidak terdapat nilai ekspor batu bara dalam tabel BPS.
Secara kumulatif, ekspor batu bara Januari-Juli 2026 hanya US$6,45 juta, turun sekitar US$30,56 juta atau 82,58 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertambangan Masih Jadi Penopang Ekspor
Meski ekspor batu bara tertekan, kelompok pertambangan masih menjadi salah satu penopang utama ekspor Jambi.
BPS mencatat nilai ekspor kelompok pertambangan pada Juli 2026 sebesar US$76,44 juta, turun 14,08 persen dibanding Juni 2026 yang mencapai US$88,96 juta.

Secara kumulatif Januari-Juli 2026, kelompok pertambangan menyumbang 44,90 persen dari total ekspor Jambi. Namun, nilainya turun 9,55 persen dibanding periode yang sama 2025.

Komoditas minyak dan gas masih mendominasi kelompok pertambangan dengan nilai ekspor US$534,02 juta atau 44,36 persen dari total ekspor Jambi. Sementara batu bara hanya menyumbang 0,54 persen.

Ekspor Jambi Turun 2,22 Persen
Secara keseluruhan, nilai ekspor Jambi pada Juli 2026 mencapai US$181,87 juta, turun 4,67 persen dibanding Juni 2026 sebesar US$190,78 juta.
Sementara secara kumulatif Januari-Juli 2026, total ekspor Jambi mencapai US$1,20 miliar atau turun 2,22 persen dibanding periode yang sama 2025 sebesar US$1,23 miliar.

Struktur ekspor Jambi masih didominasi kelompok industri sebesar 50,74 persen, pertambangan 44,90 persen, dan pertanian 4,36 persen.
Di tengah tekanan sektor pertambangan dan pertanian, industri pengolahan justru mencatat pertumbuhan. Nilai ekspor industri Januari-Juli 2026 mencapai US$610,83 juta, naik 12,49 persen secara tahunan.

Sebaliknya, sektor pertanian mengalami penurunan 42,02 persen.
Adapun lima negara tujuan ekspor terbesar Jambi pada Juli 2026 yakni Singapura, Malaysia, Jepang, India, dan Amerika Serikat. Singapura menjadi tujuan terbesar dengan porsi 43,53 persen dari total ekspor Januari-Juli 2026, terutama untuk komoditas bahan bakar mineral.

Secara bersama-sama, Singapura, Malaysia, dan Jepang menyerap sekitar 68,99 persen ekspor Jambi.
Anjloknya ekspor batu bara hingga 82,58 persen menjadi salah satu indikator melemahnya kinerja komoditas pertambangan Jambi sepanjang 2026. Meski demikian, kontribusi batu bara terhadap total ekspor Jambi masih relatif kecil dibandingkan minyak dan gas serta sektor industri pengolahan. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA