Karet Jambi Tembus Jepang, Amerika hingga Tiongkok, Pasar Otomotif China Jadi Peluang Baru

Sabtu, 05 September 2026 - 16:12:28 WIB - Dibaca: 47 kali

Ilustrasi
Ilustrasi (NET)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Komoditas karet dan barang dari karet asal Provinsi Jambi masih memiliki pasar yang cukup kuat di sejumlah negara, terutama Jepang, Amerika Serikat dan Tiongkok.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan ekspor karet dan barang dari karet pada Juni 2026 mencapai US$27,41 juta, naik 27,64 persen dibandingkan Mei 2026 yang berada di angka US$21,47 juta.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, dalam rilis BPS menyebut peningkatan ekspor karet menjadi salah satu penopang kinerja ekspor Jambi di tengah melemahnya sejumlah komoditas lainnya.

Jepang masih menjadi pasar utama karet asal Jambi. Pada Juni 2026, nilai ekspor karet ke Negeri Sakura mencapai US$14,22 juta, meningkat 9,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Pasar Amerika Serikat juga menunjukkan perkembangan positif. Ekspor karet Jambi ke negara tersebut pada Juni 2026 mencapai US$2,72 juta, naik 69,81 persen dibandingkan Mei yang tercatat US$1,60 juta.

Namun, perhatian juga tertuju pada Tiongkok. Dalam periode yang sama, ekspor karet Jambi ke Tiongkok melonjak sangat signifikan, dari US$1,39 juta pada Mei menjadi US$5,57 juta pada Juni 2026 atau tumbuh 301,20 persen.

Lonjakan tersebut membuat Tiongkok menjadi pasar yang patut diperhitungkan bagi komoditas karet Jambi. Terlebih, industri otomotif Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir semakin berkembang dan ekspansi merek-merek kendaraan asal negara tersebut juga semakin terasa di pasar Indonesia.

Berbagai merek otomotif asal Tiongkok kini mulai bersaing dengan merek Jepang, Amerika Serikat dan negara lainnya. Kondisi tersebut secara tidak langsung membuka peluang bagi komoditas karet Jambi, mengingat industri otomotif membutuhkan berbagai produk berbahan karet, mulai dari ban hingga komponen kendaraan lainnya.

Dengan pertumbuhan industri kendaraan dan semakin luasnya pasar otomotif Tiongkok, kebutuhan terhadap bahan baku industri, termasuk karet, berpotensi ikut meningkat. Karena itu, selain mempertahankan pasar tradisional seperti Jepang dan Amerika Serikat, Tiongkok dapat menjadi salah satu pasar yang terus dibidik oleh pelaku usaha ekspor Jambi.

Meski demikian, data BPS juga menunjukkan bahwa kinerja ekspor karet Jambi secara kumulatif masih menghadapi tekanan. Sepanjang Januari-Juni 2026, ekspor karet dan barang dari karet tercatat US$124,49 juta, turun 19,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai US$154,51 juta.

Komoditas tersebut menyumbang sekitar 12,18 persen terhadap total ekspor Provinsi Jambi selama semester pertama 2026.

Karena itu, meningkatnya permintaan dari Jepang, Amerika Serikat dan terutama lonjakan ekspor ke Tiongkok menjadi sinyal penting bagi industri karet Jambi. Diversifikasi pasar dinilai penting agar komoditas unggulan daerah tersebut tidak terlalu bergantung pada satu atau dua negara tujuan.

Di sisi lain, BPS mencatat total ekspor Provinsi Jambi pada Juli 2026 mencapai US$181,87 juta, turun 4,67 persen dibandingkan Juni yang mencapai US$190,78 juta.

Dalam rilis perkembangan ekspor dan impor Jambi, Aidil Adha menjelaskan bahwa penurunan ekspor secara keseluruhan dipengaruhi oleh melemahnya sejumlah sektor, terutama pertanian dan pertambangan, sementara industri pengolahan masih menunjukkan pertumbuhan.

Di tengah kondisi tersebut, karet tetap menjadi salah satu komoditas yang memiliki peluang untuk dikembangkan, khususnya dengan semakin terbukanya pasar Asia dan Amerika. Jepang masih menjadi tujuan penting, Amerika Serikat menunjukkan peningkatan permintaan, sementara lonjakan ekspor ke Tiongkok menjadi peluang baru yang menarik untuk terus diperhatikan. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA